Laman

Senin, 26 Januari 2015

Laporan Prakerin



BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
          Tanaman kelapa sawit ( Elaeis guineensis Jacq ) adalah tanaman yang berasal dari brazil yaitu amerika selatan atau pun Afrika. Perkembangan pertanian di Indonesia khususnya sub sektor perkebunan bukan hanya dilakukan oleh pihak pemerintah, peran perkembangan dan pembangunan pertanian tersebut dirasakan bertapa perlunya tenaga-tenaga yang trampil mengenai bidang masing-masing dan lebih spesifik dan professional dengan kepemimpinan yang lebih baik.

           Bagi Indonesia tanaman kelapa sawit memiliki arti penting bagi pembangunan perkebunan nasional, selain mampu menciptakan lapangan kerja yang dapat mensejahterakan rakyat, juga merupakan sumber perolehan devisa Negara.
         Untuk meyikapi hal tersebut maka pemerintah melalui departemen pendidikan terutama propinsi riau mengedepankan pembangunan pertanian dengan menghasilkan ke lulusan pertanian, khususnya dibidang perkebunan kelapa sawit, sehubungan dengan hal tersebut di atas maka SMK Negeri 1 seberida memiliki peran penting yaitu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti praktek kerja industri (prakerin) di dunia industri dan usaha, waktu prakerin ini di tujukkan siswa untuk memperoleh ilmu dan pengalaman kerja lapangan dengan kondisi lingkungan yang sesungguhnya dengan profesinya dan prakerin ini diharapkan terciptanya generasi penerus bangsa berwawasan pertanian khususnya dibidang  perkebunan kelapa sawit.
  
1.2 Tujuan
       Dalam kegiatan Prakerin ini penulisan menekankan pada teknik budidaya dan penguasaan manajemen lapangan di PT.Sawit Inti Raya ( sir ). Tujuanya dari prakerin adalah sebagai berikut       
1.         Melatih siswa supaya berfikir kritis dan menggunakan daya nalarnya denagan cara memberikan komentar terhadap kegiatan yang telah di laksanakan.
2.         Melatih siswa untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab atas suatu pekerjaan yang di lakukan.
3.         Mampu memahami sifat dari pekerja, mandor dan asisten dalam melaksanakan teknik-teknik yang terdapat di lapangan.
4.         Membuat laporan budidaya yg di laksanakan di perkebunan kelapa sawit sesuai teknik-tenik yang di terapkan di lapangan.


BAB II
TINJAUAN UMUM

2.1   Sejarah Singkat Perusahaan
          PT. Sawit Inti Raya (SIR) adalah salah satu perusahaan swasta yang terletak di desa belimbing, kec, Batanga Gansal Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau. Dengan system HGU (Hah Guna Usaha) dan dengan izin usaha no.93, tanggal 3 april 2006 dan bekerja sama dengan CV. Mitra Riau Lestari. Pemilik perusahaan sekaligus Direktur Utama serta penanggung jawab kebun adalah Bapak Marjono Endi.
         PT. Sawit Inti Raya (SIR) didirikan pada tanggal 7 Semtember 2004. Sebelum dibuka menjadi lahan perkebunaan, PT. Sawit Inti Raya (SIR) merupakan hutan primer. Printisan dan pembukaan lahan dilakukan mulai tahun 2003. Penanaman kelapa sawit dilakukan secara menyeluruh pada tahun 2003-2005 dengan areal 828 Ha dengan dua Divisi dan Dengan topografi rata-rata berareal datar dan memiliki jenis tanah mineral dan gambut.
Ditinjau dari letak geografis PT. Sawit Inti Raya (SIR) memiliki batas-batas sebagai berikut :
§   Sebelah Barat berbatasan dengan PT. Sumber Sari Kencana (SSK)
§   Sebelah Timur berbatasan dengan PT. Seberida Subur (SS)
§   Sebelah Utara berbatsan dengan lahan masyarakat
§   Sebelah Selatan berbatasan dengan :
-       PT. Seberida Subur (SS)
-   PT. Prima Agro Sawit Induk (PAS)

2.2  Job Discription Perusahaan
1.    Manager                        
Bertanggung jawab secara keseluruhan pekerjaan Perusahaan dan mengontrol seluruh asisten atas Pekerjaan masing-masing afdeling atau Divisi.    
2.  KTU (Kepala Tata Usaha)                           
Bertanggung  jawab atas administrasi maupun personil.
3.  Humas                    
Bertanggung jawab serta melakukan hubungan kerja sama Dengan baik dan instansi terkait baik pemerintah maupun   Pemerintah selain itu juga masalah hubungan internal dan   Eksternal perusahaan.
4.      Asisten Lapangan              
Bertanggung jawab atas Afdeling dan merencanakan serta  Melaporkan semua pekerjaan Afdeling kepada Askep  Atau manager.
5.      Kasir                                
Bendahara perusahaan dan permintaan dana yang akan di Gunakaan atau di butuhkan di   perusahaan.
6.      Asisten Teknik    
Bertanggung jawab atas pemeliharaan dari kendaraan, alatBerat, peralatan dan mesin-mesin kebun pengolahan kon- Truksi ( pembangunan jalan, jembataan, dranase ) serta  Terhadap kelanjaraan kendaraan atau alat berat.
7.      Mandor I                           
Mengawasi semua pelaksanaan pekerjaaan di Afdeling  ( perawatan, pemanenaan, dll ) dan membantu Asisten dalam  Meningkatakan kualitas, dan kuantitas pekerjaan Afdeling.
8.      Mandor panen,                     
Mengatur, memeriksa pekerjaan dan berusaha mendapatkan Perawatan, prasarana          hasil kerja yang maksimal.
9.      Kerani Divisi                      
Menerima laporan dari seluruh mandor untuk di himpun dan   Dijadikan laporan ke kerani umum.
10.  Kerani Buah                     
Menghitung buah di TPH dan membuat laporan hasil  Perhitungan buah di TPH, lalu memberikanya ke kerani Buah.
11.  Kerani Umum                      
Menerima laporan dari seluruh Divisi untuk di himpun danDijadikan laporan pembukuan.
12.  Security                     
Bertanggung jawab atas keamanaan aset perusahaan baik Aset barang maupun SDM.                



BAB III
TINJAUAN PUSTAKA

3.1  Sejarah Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq)
         Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) berasal dari Afrika barat, Nigeria, dan Amerika selatan. Kelapa sawit pertama kali dibawa ke Indonesia oleh pemerintahan belanda pada tahun 1848, tempatnya dikebun Raya Bogor. Tanaman kelapa sawit pertama berkembang di Indonesia yaitu di Timur Sumatra (Deli) dan Aceh. Luas areal perkebunaan mencapai 5,123 Ha, kemudaian pada tahun 1923 mulai mengekspor minyak kelapa sawit sebesar 850 ton (Fauzi 2006)
            pada pemerintahan belanda, perkebunaan kelapa sawit mengalami perkembangaan yang cukup pesat, pada masa pendudukan jepang, perkembangaan kelapa sawit mengalami kemunduran dibidang produksi perkebunaan kelapa sawit terhenti. Produksi minyak kelapa sawit di Indonesia pun hanya mencapai 56,000 ton pada tahun 1948/1949, padahal pada tahun 1940 Indonesia mengekspor 250,000 ton minyak swit.

3.2  Syarat Tumbuh Kelapa Sawit    
1.  Iklim
        Factor iklim sangat berpengaruh terhadap proses fisiologi tanaman, pertumbuhan tanaman dan produksi tandan kelapa sawit tumbuh dengan baik pada daerah tropika basah di sekitar lintang utara selatan 13o LU- 12OLS pada ketinggian 0-1,000 m diatas permukaan laut (dpl). Namun pertumbuhan tanaman dan produktivitas optimal akan lebih baik jika ditanam di lokasi dengan ketinggian maksimum 400 m Dpl.
a.         Sinar Matahari
Tanaman kelapa sawit termasuk tanaman Hekofil atau menyukai cahaya matahari. Sinar matahari di perlukan untuk memproduksi karbohidrat dan dapat menstimulasi pembentukaan pertumbuhan vegetative dan pembentukan buah. Oleh sebab itu intensitas,
 kualitas dan jumlah penyinaran sangat bepengaruh dalam proses fotosintesis, jumlah penyinaraan rata-rata sebaiknya tidak kurang dari 6 jam perhari. Penyinaran yang kurang dapat menyebabkan berkurangnya asimilasi dan gangguan penyakit.
b.      Curah Hujan
        Curah hujan yang ideal untuk pertumbuhan dan produksi tanaman kelapa sawit adalah 2,000-2,500 mm pertahun dan tersebar merata sepanjang tahun. Curah hujan yang merata dapat menurunkan penguapan dari tanah dan tanaman kelapa sawit. Yang penting tidak terjadi defisit air sebesar 250 mm.  Hujan yang tidak turun selama 3 bulan menyebabkan pertumbuhan kuncup daun terhambat, hujan yang terlalu banyak (Lebih dari 5,000 mm per tahun) tidak berpengaruh jelek terhadap produksi buah kelapa sawit. Asalkan drainase tanah dan penyinaran matahari cukup baik.
c.       Suhu
           Suhu optimum yang dibutuhkan tanaman kelapa sawit sekitar 24-28oC untuk tumbuh dengan baik factor yang mempengaruhi tinggi dan rendahnya adalah tergantung pada lama penyinaran dan ketinggian tempat, makin lama penyinaran atau semakin rendah suatu tempat maka akan tinggi suhunya.  Suhu juga berpengaruh terhadap masa pembuangan dan kematangan buah tanaman yang di tanam lebih dari ketinggian 500 (dpl).
d.   Kelembaban Udara dan Angin
            Kelembaban udara dan angin sangat berpengaruh untuk menunjang pertumbuhan tanaman kelapa sawit kelembaban optimum untuk tanaman kelapa sawit adalah 80o/o dan kecepatan angin 5-6 km/jam sangat membantu proses penyerbukan. Factor yang mempengaaruhi kelembaban adalah suhu, sinar matahari, lama penyinaran, curah hujan dan evapo transpirasi.



2.    Tanah
            Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh diberbagai jenis tanah, seperti podsoil, latosol, hidromorfik kelabu, regosol, andosol, dan alluvia. Tanah gambut juga dapat di tanami kelapa sawit asalkan ketebalan tidak lebih dari satu meter dan sudah tua (Saphrik). Namun kemampuan produksi kelapa sawit pada masing-masing jenis berbeda,
Terdapat 2 sifat tanah yang perlu di perhatikan untuk budidaya tanaman kelapa sawit sebagai berikut :
a.    Sifat Fisik Tanah
            Sifat fisik tanah, seperti kedalaman tanah, tekstur, struktur, kosistensi, kemiringan tanah, permeabilitas, ketebalan lapisan tanah, dan kedalaman permukaan air tanah merupakan factor penting dalam pertumbuhan tanaman kelapa sawit.
b.   Sifat Kimia Tanah
       Sifat kimia tanah dapat dilihat dari tingkat keasaman dan komposisi kandungan unsure hara mineralnya. Sifat kimia tanah mempunyai arti penting dalam menentukan dosis pemupukan dan kelas kesuburan tanah. Tanaman kelapa sawit membutuhkan unsure hara dalam jumlah besar untuk pertumbuhan vegetative dan generative. Karen itu, untuk mendapatkan produksi yang tinggi dibutuhkan kandungan unsure hara yang tinggi juga, selain itu kelapa sawit dapat tumbuh pada pH bereaksi asam dengan kisaran nilai 4,0-6,0 dan per-Ph optimum 5,0-5,5. Tanah yang memiliki pH rendah dapat dinaikkan denagan penagapuran, namun membutuhkan biaya besar, biasanya jenis tanah ini di jumpai pada daerah pasang surut terutama pada tanah gambut.
   
3.3  Taksonomi
      Dalam dunia bertani, semua tumbuhan di klafikasikan untuk memudah kan dalam identifikasi secara ilmiah , metode pemberian nama ilmiah ( latin ) ini di sebut Bionomal nomenklatur yg di kembangkan oleh Carolus Linnaeus. Taksononomi tanaman kelapa sawit sebagai berikut :
    Divisio                            :    Spermatophyta                                                        
    Kelas                               :     Angiosperma  
    Ordo                               :     Monocoty Ledoneae
    Family                             :    Aracaceae    
    Sub Famili                       :    Cocoideae            
    Genus                              :     Elaeis         
    Spesies                             :    Elaeis guineensis Jacq      

3.4   Morfologi Kelapa Sawit
           Menurut Iyung Pahan Morfologi tanamana kelapa sawit dibedakan menjadi 2 bagian yaitu bagian vegetative dan generative, bagian vegetative tanaman kelapa sawit yaitu akar, batang , dan daun. Bagian generative yang merupakan alat perkembangan yaitu bunga dan buah.

1.    Bagian Vegetatif
a.    Akar ( Radix )
        Kelapa sawit merupakan tanaman monokotil yang tidak memiliki akar tunggang. System perakaranya adalah system perakaran serabut. Akar serabut memiliki sedikit percabangan membentuk anyaman rapat dan tebal. Akar pertama yang muncul dari biji yang berkecambah disebut Radikula. Fungsi utama dari akar kelapa sawit adalah sebagai berikut :
§  Sebagai penyerap unsure hara dalam tanah dan respirasi tanaman
§  Untuk penyonggoh berdirinya tanaman sehinggga mampu menyongkong tegaknya tanaman yang mencapai puluhan meter hingga tanaman mencapai 25 tahun
§  Untuk menunjang struktur batang diatas tanah




 







                
          Gambar 1. Akar ( radix )
                                                   

b.        Batang (Caulis)
          Kelapa sawit merupakan tanaman monokotil yaitu salah satu cirinya batang tidak berkecambah dan tidak bercabang. Batang kelapa sawit berfungsi sebagai penyonggo tajuk serta menyimpan dan mengangkut bahan makanan. Perkembangan batang tergantung kepada sifat jenis lingkungan, pada kedaaan normal, terutama dengan material yang seragam, pertumbuhan tinggi tanaman kelapa sawit berkisar 25-50 cm/tahun. Pada usia dewasa diameternya 45-60 cm. bagian bawah batangnya lebih gemuk yang disebut bonggol dengan diameter 60-100 cm. kecepatan tumbuh 35-75 cm/ tahun, sampai tanaman berumur 3 tahun.
 








                    Gambar 2. Batang kelapa sawit


c.       Daun (Folium)
         Daun tanaman kelapa sawit terdiri dari susunan pelepah daun dan anak daun. Daun pertama yang keluar belum membuka berbentuk lancet atau tombak, lama ke lamaan terbelah dan semuanya terpisah. Tahap-tahapan perkembangan daun pada tanaman kelapa sawit sebagai berikut:
1)      Lanceolate            :Daun awal yang keluar pada masa pembibitan barupa helaian yang utuh                                                                                            
2)      Bifurcate: Bentuk daun dengan helaian daun sudah pecah tetapi bagian ujung belum terbuka
3)      Pinnate: Bentuk daun dengan helaian yang sudah membuka sempurna dengan arah anak daun ke atas dan kebawah. Pada tanah yang subur, daun cepat membuka sehingga makin efektif, dan berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis dan respirasi, produksi daun tergantung iklim setempat. Pelepah daun tersusun dalam bentuk spiral yang sejajar membentuk sudut 138 derajat menghasilkan 2 spiral yang terdiri dari 8 pelepah daun setiap satu arah. Jumlah pelepah dan jumlah anak daun tergantung pada stadia pertumbuhan tanaman. Panjang pelepah dapat mencapai 9 cm dengan jumlah anak daun sekitar 250-300. Panajang anak daun sekitar 1-1,2 m dengan jumlah stomata berkisar 145 mm2.    
 








                       Gambar 3. Daun kelapa sawit
2.    Bagian Generative
a.         Bunga (Flos)
          Tanaman kelapa sawit termasuk tanaman “ Monoecious” dimana bunga betina keduanya sama-sama terdapat satu pokok atau berumah satu, tetapi pembentukannya mengikuti siklus terpisah dan masing-masing terangkai dalam satu tandan. Tanaman kelapa sawit mengadakan penyerbukan bersilang (Cross Pollination), artinya bunga betina dari pohon yang satu dibuhai oleh bunga jantan dari pohon dengan perantara angin dan serangga penyerbuk. Tanaman kelapa sawit mulai berbunga pada umur ± 14-18 bulan.
Sex ratio adalah perbandingan tandan bunga betina dengan keseluruhan bunga (Jantan + betina + banci) pada mulanya tinggi (90 %) dan akan menurun dengan turunya umur tanaman.
                        Ciri-ciri bunga Jantan :
1)     Terdiri dari  100-250 spikelet
2)     1 tandan mekar dengan buah yang wangi selama 2-4 hari
Ciri-ciri bunga Betina :
1)     Terdiri dari 100-200 spikelet
2)     Setiap spikelet 15-20 anak bunga










                          Gambar 4. Bunga kelapa sawit


b.      Buah (Fructus)
         Pada umunya tanmaan kelapa sawit yang tumbuh baik dan subur dapat menghasilkan buah serta siap di panen pertama pada umur sekitar 3-5 tahun. Dalam 1 tandan terdapat 600-200 buah panjang 3-5 cm, berat perbuah mencapai 13-30 gram pada satu rangkaian buah di bagian dalam tandan, ukuran buah lebiah kecil dari yang ada di luar, buah matang lepas dari tandan disebut Brondolan. Berdasarkan ketebalan cangkang dan daging buah kelapa sawit di bedakan menjadi 3 bagian diantaranya sebagai berikut :
§  Dura     : Cangkang tebal 3-5mm, daging buah tipis,
               dan  Rendemen minyak 15-17 %
§  Pisifera  : Cangkang sangat tipis, daging buah tebal rendemen
                Minyak lebih dari 23 %
§  Tenera    : Cangkang agak tipis 0,5-4 mm, daging buah tebal
                                           Rendemen minyak 21-23 %
                                       











Gambar 5. Buah kelapa sawit 




C. Biji
       Biji yaitu bagian yang terdiri dari kulit yang berupa terpurung dengan tebal tergantung varietas. Dalam tempurung ( shell  ) terdapat kotiledon yang tersebut kernel atau inti sawit . krnel inilahyang mempunyai nilai ekonomis tinggi , karena
      mengandung minyak yang dapat diekstrasi .  Pada kernel terdapat embrio antara inti dan tempurung terdapat lapisan kulit yang melapisi kernel tersebut testa ( pahan , 2006 )
      










                Gambar 6. Biji kelapa sawit



BAB IV
METODE PELAKSANAAN

4.1    Waktu Dan Tempat
            Pelaksanaan praktek kerja industri yang di laksanakan dari tanggal 10 januari 2012 sampai dengan tanggal 10 April, lama waktu pelaksanaan kerja industri 3 bulan.
                        Praktek kerja industri ini dilaksanakan di PT, Sawit Inti Raya (SIR) yang terletak di desa belimbing, Kecamatan Batang Gansal, kabupaten Indragiri Hulu, Propinsi Riau.

4.2    Metodeologi
            Metode yang digunakan dalam praktek kerja industri ini adalah praktek kerja langsung atau terjun ke lapangan, untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan secara langsung.
                        Selain itu juga untuk membekali peserta didik dengan kompetensi propesional sehingga peserta didik kompetetif dalam memenuhi standar dunia industri serta mengikuti semua kegiatan yang di laksanakaan di PT. Sawit Inti Raya.
     









BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAAN
5.1     Organisai dan Administrasi
1.    Mandor Perawatan
§  Kegiatan yg di lakukan oleh mandor perawatan pada saatprakerin antara lain yaitu :
a.    Semprot cpt (circle part TPH)
Kegiatan ini di lakukan di divisi I Blok,A.4.A.5
b.    Pemupukan urea
Kegiatan ini di lakukan di divisi I Blok,B03
c.    Rawat gawangan
Kegiatan yg di lakukan di divisi I Blok,B.12
2.    Mandor Panen
Kegiatan ini di lakukan oleh mandor panen yg di ikuti adalah:
Inspeksi panen,dan di lakukan di Blok A.10.A.11

5.2     Hasil Praktik
        Berdasarkan kegiatan yang di lakukan selama prakerin maka Data hasil prakerin yg di peroleh adalah sebagai berikut:     




1.    Perawatan Areal
A . SEMPPROT CPT (Circle part TPH)
       Semprot cpt merupakan menyemprot gulma yang berada di sekitar piringan agar tidak terjadi persaingan agar tidak terjadi persaingan unsur hara  dan mempermudahkan pemupukan.  Kegiatan ini di lakukan di blok A.06.
1)        Tujuan dari semprot cpt.
a)       Memudahkan sa’at pemupukan dan pemanenan
b)       Supaya tidak ada persaingan dalam proses pengambilan makanan atau unsur hara antara kelapa sawit dan gulma.
c)       Supaya tidak tergagunya sirkulasi udara
d)      Supaya gulma mati Secara sintemik ( tumbuh kembali lama ) sehingga efeksien dalam biaya perawatan.        
2)        Alat dan Bahan
Alat yang digunakaan
a)       Knapsck Spayer
b)       Ember/timba
c)       Takaran
d)      Sarung tangan
e)       masker

3)      Cara Kerja
a)       Sasaran pekerjaan ini adalah:  circle ( piringan ),part ( jalan angkong) dan tph ( tempat pengumpulan hasil )
b)       Rotasi di lakukan 1 x per 3 bulan
c)       Luas daerah semprot yaitu seluas tajuk
d)      Menyemprot harus melawan arah jarum jam dan mengelilingi pokok
e)       Penyemprotan tidak di benarkan over leping atau tumpang tindih

4)      Fungsi masing-masing herbisida
·         Herbisida elang adalah : herbisida sistemik untuk pengendalian gulma secara umum
·         Herbisida industik: herbisida sistemik sebagai perekat
·         Herbisida metsulindo adalah: herbisida sistemik sebagai pembawa sampai ke akar
5)      Dosis yang di gunakan
-          60 cc sebelum di campur air
-          90 cc sesudah di campur
-          1 Liter metsulindo
-          0,5 air
-          0,01 industik
6)        Norma Hk   = 1 Hk/Ha

B ) Pengendalian gulma anak kayu (Manual)
 Di lakukan di Blok. I03 , I04
1)      Tujuan pengendalian gulma anak kayu
a)       Supaya tidak terjadi perebutan unsur hara
b)       Mempermudah sirkulasi udara, sehingga membantu proses penyerbukan tanaman kelapa sawit.
c)       Supaya dapat tersinari mata hari
d)      Membunuh anak kayu sampai tuntas, sehingga tidak tumbuh kembali
e)       Tingkat kopetensi dengan gulma berkurang.
f)        Pupuk dapat di serap sepenuhnya ole kelapa sawit

2)      Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam pengendalian anak kayu adalah:
a)       Parang
b)       Cados
c)       Cangkul
d)      kampak

3)      Cara kerja
a)      Mencabut atau mendongkel anak kayu yang berada di gawangan secara tuntas.
b)       Akar, yang sudah di dongkel di letakan di gawangan mati, atau rerumpukan dengan posisi akar di atas, tujuan agar anak kayutiak tumbuh kembali.
4)       Norma : 4 Hk/Ha

C) Pembrantasan gulma anak sawit
Kegiatan ini di lakukan di Blok, I03 
1)      Tujuan dari pemberantasan anak sawit
-          mengendalikan anak sawit liar  yang tumbuh di sekitar tanaman produksi ,sehingga dapat mengurangi tingkat kopetensi.
2)      Cara Kerja
-          Mencabut anak sawit liar , jika tidak bisa di cabut maka anak kayu di dongkel menggunakan cados.
-          Pekerja mencabuti anak sawit yang liar , jika tidak dapat di cabut maka di tebas serendah mungkin menggunakan parang.

3)      Alat yg di gunakan untuk pembrantasan gulma anak sawi adalah:
·         Cados
·         Dodos
·         Parang
·         cangkul

4)      Norma: 4 Hk/Ha

D) Rawat gawangan
       Rawat gawangan merupakan pekerjaan membersihkan gulma yang sudah tumbuh lebat dan sangat mengganggu pertumbuhan tanaman kelapa  sawit.
Kegiatan ini dilakukan di blok J04.
1)      Tujuan dari rawat gawangan

a)      Menghambat pertumbuhan gulma
b)       Supaya tidak terganggu sirkulasi udara
c)       Mengurangi kelembaban tanah
d)      Memudahkan sa’at pemupukan

2)      Alat dan Bahan
Alat yang digunakan untuk rawat gawangan adalah :
a)       parang
b)       sarung tangan

3)      Cara kerja
a)       Menebas gulma yang berada di gawangan mati
b)       Gulma yang berada di gawangan mati, gawangan hidup, di piringan dan pokok kelapa sawit di bersihkan apabila gulma berupa anak kayu, di dongkel menggunakan parang , smpai akar tidak ada lagi tertinggal dalam tanah.
4)      Norma: 1,2 Hk/Ha
                                                                                                                                                         2.   Perawatan tanaman
a. Senitasi pokok
Kegiatan ini di lakukan di Blok,H03

1)   Tujuan Dari senitasi pokok
a)       Memperindah tanaman
b)       Mencegah menyangkutnya brondolan
c)       Mencegah ulat api bertelur di sela sela pelepah
d)      Mengurangi kompisi

2)      Alat dan Bahan
Alat yang di gunakan dalam senitasi pokok  adalah :
a)       Sarung tangan
b)       sabit
c)       parang

3)      Cara kerja
a)       Membersihkan gulma yg berada di batang kelapa sawit dengan menggunakan alat manual yaitu sarung tangan.
b)       Pelepah yg tekena serangga hama di potong dan di buang ke gawangan mati.

4)      Norma : 0,8 Hk/Ha         
                        
b. Sensus pokok
Kegiatan ini di lakukan di Blok H02.

1)      Tujuan dari sensus pokok adalah:
a)       Mengetahui jumplah populasi per Ha
b)       Mengetahui jumplah perbaris dalam Ha
c)       Dan mengetahui tanaman yg mati,sisipan,Apnormal,mati

2)      Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam menyensus pokok adalah :
a)       Blanko peta sensus
b)       Pena
c)       Pensil
d)      Penghapus

3)      Cara kerja
a)       Memasuki setiap baris  dan juga mengamati setiap pokok lalu memberi tanda pada blanko peta sensus

4)      Norma: 0,15 Hk/Ha


C. Pengendalian Hama  Rayap    ( happen ) 
Kegiatan ini di lakukan di Blok H02

1)      Tujuan Pengendalian hama Rayap
a)       Agar pokok yg terserang rayap tidak mati
b)       Supaya batang sawit tidak terkena penyakit yang di akibat kan oleh rayap.

2)      Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam membrantas hama rayap adalah
a)       kep
b)       ember
c)       Takaran
Bahan: Regen

3)      Cara kerja
a)       Tregen 300.cc di campur dengan air 15 Liter di semprot secara merata , sebelum di lakukan penyemprotan di korek terlebih dahulu agar racun terseebut langsung mengenai rayap.

4)      Norma: 0,2 Hk/Ha

3. Pemupukan.
     Pemupukan merupakan menambah bkesediaan unsur hara yang berada di dalam tanah.
a.      Pemupukan kaptan
Kegiatan ini di lakukan di Blok J05

1)      Tujuan dari pemupukan kaptan
a)       Menetralkan Ph tanah
b)       Untuk membantu penyerapan pupuk lain

2)      Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam pemupukan kaptan adalah :
a)       angkong
b)       takaran/mangkok
c)       sarung tangan

3)      Cara kerja
Menggunakan cara 3M
a)       Merata
b)       Melingkar
c)       Melebar

4)      Dosis yg di gunakan dalam memupuk
·         2 Kg per pokok
·         3 Kg untuk tanah gambut

5)      Norma: 0,6 Hk/Ha

 B. pemupukan urea
 Kegiatan ini di lakukan di Blok B02
1)      Tujuan dari Pemupukan Urea
a)      Untuk memperbaiki struktur tanaman

b)      Untuk meningkatkan hasil produksi
2)      Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam Pemupukan Urea adalah :
a)       Kain jarik / alat karung untuk menggedong
b)       takaran
c)       peso

3)      Cara kerja
Menggunakan Cara 3m
a)       Merata
b)       Melingkar
c)       Melebar
4)      Dosis yg di gunakan
·         1,5 per pokok
5)      Norma: 0,6 Hk/Ha

C. Pemupukan bio bllom
Kegiatan ini di lakukan  di Blok J03

1)      Tujuan dari pemupukan bio bllom
a)      Sebagai perangsang buah

2)      Alat dan Bahan
Alat yang digunakan  pemupukan bio super bllomdalah :
a)       Kep
b)       Ember
c)       Takaran
Bahan yang digunakan adalah :
·         Bio bllom
·         Npk bionegro
·         Dosis yang di gunakan
·         625 gram Npk Bio negro
200 bio bllom
3)      Cara kerja
a)       Npk bionegro di larutkan dan di campur dengan bio bllom dan air lalu di semprotkan di sekitar batang kelapa sawit
4) Norma: 0,7 Hk/Ha

4.Pemanenan
a.      Panen
Panen adalah mengambil atau memotong buah TBS yang sudah memenuhi kriteria panen.
Kegiatan memanen ini di lakukan di Blok M02
1)      Tujuan memanen
a)       Untuk mengambil hasil produksi dari kelapa sawit
b)       Untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal
c)       Untuk mengetahui jumplah pendapatan per Ha

2)      Alat dan Bahan
Alat yangh digunakan dalam panen adalah :
a)       Dodos
b)       Gancu
c)       Angkong
d)      Karung
e)       Batu asah

3)      Cara kerja
a)       Buah yang akan dipanen harus merah merata
b)       Tidak boleh memotong buah yang mentah dan memanen buah matahari
c)       Brondolan harus dikutip yang ada di ketiak pelepah maupun dipiringan
d)      Tangkai buah harus dipotong maxsimal 2 cm


4)      Budget kerja
Dalam pemanenan tidak menggunakan norma tetapi mengguanakan basis.
-          Basis yang digunakan di PT SIR untuk pemanenan adalah basis per- orang 1300 Rp 65 dan Bjr 9 kg
-          Untuk upah dalam 1 Hk tergantung janjang yang didapat oleh BHL waktu pemanenan




BAB VI
PENUTUP


A.       Kesimpulan
    Setelah melaksanakan praktek kerja industri (Prakerin) di PT. Sawit Inti Raya selama 3 bulan dapat diambil kesimpulan, yaitu :
a.      Kebun PT. Sawit Inti Raya (PT. SIR) sangat baik untuk melakukan budidaya tanaman kelapa sawit.
b.     Dalam proses pengawasan dan koordinasi di PT. Sawit Inti Raya (PT. SIR) sudah baik.
c.       Cara kerja karyawan masih kurang maksimal dan masih banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran pada saat kerja.


B.       Saran
   Berdasarkan kegiatan yang telah di jalankan atau di ikuti selama praktek kerja industri  penulis mempunyai saran sebagai berikut :
a.       Pengawasan di PT. Sawit Inti Raya (PT. SIR) sudah baik namun, setiap item kerja perlu dilakukan pengawasan yang lebih ketat, supaya kinerja yang dilakukan karyawan lebih meningkat atau lebih baik.
b.      Ada baiknya memberikan pengawasan yang lebih, terhadap karyawan perusahan untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas kerja.
c.      Meningkatkan produktifitas tanaman kelapa sawit perlu dilakukan perawatan secara bertahahap, tepat waktu, supaya lebih optimal dengan hasil yang maksimal atau memuaskan.   

      
  

DAFTAR PUSTAKA

FAUZI,  Yan,  dkk.  2005.   Seri Agribisnis Kelapa Sawit. Edisi Revisi. Penebar   swadaya. Yogyakarta.

Pahan,  Iyung,  2006. Manerjemen Agribisnis Kelapa sawit dari hulu hingga Hilir. Penebar Swadaya. Yogyakarta.