Laman

Senin, 26 Januari 2015

Koleksi Pupuk



LAPORAN RESMI PRAKTIKUM
KESUBURAN TANAH DAN PEMUPUKAN



Disusun Oleh :
Nama                : M.Kholik Masruri    
NIM                  : 13 /15624/BP
Kelas                 : SPKS H
Jurusan              : Budidaya Pertanian
Kelompok         : IV (Empat)
Acara  II           : Koleksi Pupuk
Co. Asisten       : Sesotya Nugroho Adhi

FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN STIPER
YOGYAKARTA
2014



I.       ACARA       II     : Koleksi  Pupuk
II.    TANGGAL         : 26  Agustus 2014
III.  TUJUAN            : 1. Mengenal perbedaan pupuk, bahan pupuk, dan
                                    pembenah tanah
                                2. Membuat koleksi pupuk, bahan pupuk, dan pembenah
                                    tanah
IV.  DASAR TEORI
Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Material pupuk dapat berupa bahan organik ataupun non-organik (mineral). Pupuk berbeda dari suplemen. Pupuk mengandung bahan baku yang diperlukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sementara suplemen seperti hormon tumbuhan membantu kelancaran proses metabolisme. Meskipun demikian, ke dalam pupuk, khususnya pupuk buatan, dapat ditambahkan sejumlah material suplemen.
Dalam pemberian pupuk perlu diperhatikan kebutuhan tumbuhan tersebut, agar tumbuhan tidak mendapat terlalu banyak zat makanan. Terlalu sedikit atau terlalu banyak zat makanan dapat berbahaya bagi tumbuhan. Pupuk dapat diberikan lewat tanah ataupun disemprotkan ke daun. Salah satu jenis pupuk organik adalah kompos. Pupuk dapat dikelompokkan berdasarkan kandungan dan jumlah unsure hara, reaksi kimia maupun fisiologisnya, senyawa, bentuk dan pembuatannya.   Berdasarkan bentuk fasanya, pupuk dibedakan atas pupuk padat cair dan gas. Pupuk padat dapat dikelompokkan menjadi pupuk berbentuk serbuk halus, tepung atau Kristal ( ZA atau Ammonium Sulfat). Pupuk berbentuk butiran kasar misalnya TSP, pupuk berbentuk granula misalnya urea, dan pupuk berbentuk briket misalnya Urea briket.
Berdasarkan senyawanya pupuk digolongkan menjadi pupuk organic dan pupuk anorganik.  Pupuk organic merupakan pupuk yang berasal dari bahan- bahan organic yang berasala dari makhluk hidup. Misalnya pupuk kompos, pupuk kandan dll. Sedangkan pupuk anorganik merupakan pupuk yang berasal dari bukan makhluk hidup atau terbuat dari bahan kimia. Misalnya Urea, TSP, KCl, dll.
 Berdasarkan pembuatannya pupuk dibedakan atas pupuk alam,  seperti guano, pupuk kandang, rock phosphate, dll, dan pupuk anorganik. Pupuk anorganik terbagi atas pupuk N, Pupuk P dan Pupuk K.  berdasarkan metode pelepasan haranya dibagi atas pupuk pelepas hara cepat, yaitu pupuk yang dapat segera diserap oleh tanaman karena mudah larut seperti Urea, ZA, dll, dan pupuk pelepas hara lambat yaitu pupuk yang lambat diserap oleh tanaman karena kelarutannya rendah, seperti kompos, batuan phosphate, dll. Berdasarkan reaksi fisiologisnya dibedakan atas pupuk fisiologi masam yaitu pupuk yang meningkatkan kemasaman tanah ketika digunakan, pupuk fisiologi basa, yaitu yang akan mengakibatkan tanah  menjadi basa ketika digunakan, dan pupuk netral yang tidak mengakibatkan perubahan pH saat digunakan. Berdasarkan jumlah unsure haranya dibedakan atas pupuk tunggal yaitu yang hanya mengandung 1 unsur hara pokok, seperti Urea yang mengandung N. Pupuk majemuk yaitu yng mengandung lebih dari satu unsure hara. Pupuk majemuk dapat dibedakan atas pupuk majemuk lengkap, pupuk majemuk tidak  lengkap, dan pupuk campur.

V.    ALAT DAN BAHAN
a.  Alat    :    - Buku tulis
     - Pulpen
     - Plastik
b. Bahan :   1.  produk ppupuk yang beredar di pasaran atau yang di
                        gunakan petani : pupuk organic padat dan cair, produk pupuk
                        organic padat atau cair
2.      Pembenah tanah : zeolit ,dolomite, kalsit,gypsum
3.      Bahan pupuk : kotoran ternak, tanaman legume dan gulma, limbah pertanian / rumah tangga , sampah kota terpilih , tulang ayam / sapi , jerami , arang sekam , kulit telur,dll



VI.     CARA KERJA
a.  Tiap kelompok membuat koleksi yang terdiri dari :
1.      Satu (1) macam bahan bahan padat berupa bahan pupuk anorganik , bahan pupuk organic/ pembenah tanah.
2.      Satu(1) macam produk pupuk anorganik dan pupuk organic ( padat dan cair ) di lengkapi dengan brosur yang berisis tentang sifat dan penggunaan pupuk .
b. Bahan produk dikering anginkan lebih dulu , kemudian di kemas di dalam plastic bening yamg tebal dengan berat pupuk 0,5 kg (pupuk padat) atau volume 0,5 liter ( pupuk cair ) . di beri label dan di lengkapi informasi : bentuk,warna , kandungan hara , kelarutan
c.  Untuk produk pupuk dikumpulkan apa adanya



VII.       HASIL PENGAMATAN
1.       Nama pupuk : KCl
a.       Sifat fisik :
Ø Bentuk                                    : Kristal
Ø Warna                         : Merah
Ø Senyawa                      : anorganik
Ø Kelarutan                     : cepat
Ø Higroskopisitas            : tinggi
Ø grade pupuk               : 0 – 0 - 60
b.  sifat kimia :
Ø rumus kimia                 :  KCl
Ø kadar hara                    : 60 % K20
Ø sifat fisiologis              : Basa

2.         Nama Pupuk                   : NPK
a.       Sifat Fisik
Ø  Bentuk                                    : Butiran
Ø  Warna                          : Biru
Ø  Senyawa                      : Anorganik
Ø  Kelarutan                    : lambat
Ø  Higroskopisitas           : rendah
Ø  Grade Pupuk               : 15 - 15 -15
b.      Sifat Kimia
Ø  Rumus Kimia              :
Ø  Kadar Hara                 : 15 % N, 15 % P2O5, 15 % K20
Ø  Sifat Fisiologis            : Netral





3.         Nama Pupuk                   : UREA
A,  Sifat Fisik
Ø  Bentuk                                    : Kristal
Ø  Warna                          : biru
Ø  Senyawa                      : anorganik
Ø  Kelarutan                    : mudah larut
Ø  Higroskopisitas           : tinggi
Ø  Grade Pupuk               : 45 – 0 - 0
b,   Sifat Kimia
Ø  Rumus Kimia              : HNO3
Ø  Kadar Hara                 : 45 % N
Ø  Sifat Fisiologis            : Masam


4.         Nama Pupuk                   : ZPT ( ORGANIK CAIR )
a.       Sifat Fisik
Ø  Bentuk                                    : cair
Ø  Warna                          : coklat
Ø  Senyawa                      : organik
Ø  Kelarutan                    : cepat
Ø  Higroskopisitas           : tinggi
Ø  Grade Pupuk               : -
b.   Sifat Kimia
Ø  Rumus Kimia              : -
Ø  Kadar Hara                 : -
Ø  Sifat Fisiologis            : Netral



5.         Nama Pupuk                   : SP-36
a.       Sifat Fisik
Ø  Bentuk                                    : Butiran
Ø  Warna                          : Abu-abu
Ø  Senyawa                      : anorganik
Ø  Kelarutan                    : lambat
Ø  Higroskopisitas           : rendah
Ø  Grade Pupuk               : 0 – 0 - 36
b.   Sifat Kimia
Ø  Rumus Kimia              : -
Ø  Kadar Hara                 : 36 % P2O5
Ø  Sifat Fisiologis            : Basa


m
6.      Nama Pupuk                   : TSP
a.       Sifat Fisik
Ø  Bentuk                                    : Butiran
Ø  Warna                          : Abu-abu
Ø  Senyawa                      : anorganik
Ø  Kelarutan                    : lambat
Ø  Higroskopisitas           : rendah
Ø  Grade Pupuk               : 0 – 46 - 0
b.   Sifat Kimia
Ø  Rumus Kimia              : -
Ø  Kadar Hara                 : 46 % P205
Ø  Sifat Fisiologis            : Basa



VIII.       PEMBAHASAN
            Pada acara koleksi pupuk  bahan yang kita gunakan adalah jenis pupuk KCl, NPK, urea, ZPT (organik cair), SP 36, dan TSP. Dalam mengenal koleksi pupuk ini yang pertama kita mengamati pupuk  KCl dimana pupuk kcl ini memiliki sifat fisik pupuk yang berbentuk kristal dan warna pupuk adalah merah dan senyawa pada pupuk kcl ini anorganik, kelarutan pada pupuk yaitu mudah larut atau cepat sehingga higrokopisitas pada pupuk  tinggi  dan grade pupuk kcl adalah 0 – 0- 60 mengandung unsur K ,  kemudian sifat kimia pada pupuk ini adalah pada rumus kimia yaitu KCl dan kadar hara 60 % K20 dan sifat fisiologis pada pupuk ini adalah Basa. 
Kemudian pupuk NPK,  dimana sifat fisik pupuk  NPK ini  dari bentuk yaitu butiran dan kemudian warna pada pupuk NPK ini biru dan senyawa anorganik dan kelarutan lambat kemudian higrokopisitas cepat dan grade pupuk 15 – 15 – 15 dan sifat kimia pada pupuk npk yaitu kadar hara 15 % N ,15 % P2O5 ,15 % K2O dan sifat fisiologis pada pupuk npk ini Netral. Dan yang ke tiga yaitu pupuk UREA , sifat fisik pada pupuk urea yaitu bentuk pada pupuk ini Kristal dan warna putih dan senyawa pada pupuk urea ini anorganik kemudian kelarutanya mudah larut / cepat dan higrokopisitas pada pupuk ini tinggi kemudian pupuk ini memiliki grade pupuk 45 – 0 – 0 mengandung unsure N  dan kemudian sifat kimia pada pupuk Urea  yaitu HN03 kadar hara pada pupuk urea 45 % N dan sifat fisiologis yaitu masam. Kemudian masuk ke pengenalan pupuk ZPT (Organik cair) dimana pupuk ini memiliki sifat fisik yang berbentu cair dan warna pada pupuk ini coklat, dan memiliki senyawa organic sehingga kelarutan pada pupuk ZPT ini cepat dan higrokopisitas pada pupuk sangat tinggi kemudian  sifat kimia pada pupuk zpt ialah sifat fisiologinya Netral
Dalam pengenalan pupuk ataupun bahan pupuk dan pembenah pupuk, dapat kita ketahui bahawa pupuk sangat berpengaruh terhadap produkfitas tanaman, sehingga pupuk dapat menentukan produkfitas tanaman tersebut, seperti yang kita lakujan pada saat praktikum ini dalam koleksi kita akan mengetahui jenis-jenis pupuk yang di butuhkan oleh tanaman, kemudian yang kita lakukan pada praktikum ini kita mengamati pupuk SP36 dimana pupuk ini memiliki sifat fisik yang berbentuk butiran dan warna pada pupuk ini adalah abu-abu dan senyawa pada pupuk ini adalah anorganik dan kelarutannya lambat sehingga higrokopisitas pada pupuk ini rendah dan grade pupuk pada pupuk SP36 0 – 36 – 0 dan kemudian sifat kimia pupuk SP 36 seperti kadar hara pada pupuk ini 36%P205 dan sifat fisiologis basa, dan kemudian kta mengenal pupuk TSP dimana ppupuk ini memiliki sifat fisik yaitu pada bentuk butiran dan warna pada pupuk ini abu-abu dan memiliki senyawa organic dan kemudian memiliki kelarutan lambat dan higrokopisitas pada pupuk ini rendah dan memiliki grade pupuk 0 – 46 – 0 dan memiliki rumus kimia pada kadar hara 46%P205  dan memiliki sifat fisiologis Basa.


IX.             KESIMPULAN
Pada praktikum koleksi pupuk ini kita dapat mengambil keimpulan sebagai berikut:
1.      Pupuk yang kita amati adalah pupuk KCl , NPK, urea, ZPT (organik cair) SP 36, TSP
2.      Pupuk yang memiliki unsure N , memungkinkan bahwa pupuk tersebut mengandung sifat fisiologis masam
3.      Pupuk yang memiliki unsure P2O5 dan K2O memungkinkan bahwa pupuk tersebut memiliki sifat fisiologis Basa
4.      Pupuk yang memiliki unsure NPK  memungkinkan bahwa pupuk tersebut memiliki sifat fisiologis Netral
5.      Pupuk yang memiliki bentuk butiran atau granul maka pupuk tersebut memiliki kelarutan lambat dan higrokopisitasnya rendah
6.      Pupuk yang memiliki bentuk Kristal maka pupuk tersebut memiliki kelarutan cepat dan higrokkopisitasnya tinggi.


DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2014. Buku Petunjuk Praktikum Kesuburan dan Kesehatan Tanah , Institut Pertanian STIPER, Yogyakarta
Rinsema,W.T.1983.Pupuk Dan Cara Pemupukan bhratara karya aksara. Jakarta
Schroeder,D.1983.Soil-Facts And Concept. Int.potash institute bern, switzerland















      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar