LAPORAN
RESMI PRAKTIKUM
KESUBURAN
TANAH DAN PEMUPUKAN
Disusun Oleh :
Nama : M.Kholik Masruri
NIM : 13 /15624/BP
Kelas : SPKS H
Jurusan : Budidaya Pertanian
Kelompok : IV (Empat)
Acara
II :
Koleksi Pupuk
Co. Asisten :
Sesotya Nugroho Adhi
FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT
PERTANIAN STIPER
YOGYAKARTA
2014
I.
ACARA
II : Koleksi
Pupuk
II.
TANGGAL : 26
Agustus 2014
III. TUJUAN :
1. Mengenal perbedaan pupuk, bahan pupuk, dan
pembenah
tanah
2. Membuat
koleksi pupuk, bahan pupuk, dan pembenah
tanah
IV. DASAR
TEORI
Pupuk adalah
material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk
mencukupi kebutuhan hara yang
diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Material pupuk dapat
berupa bahan organik ataupun
non-organik (mineral). Pupuk berbeda dari suplemen.
Pupuk mengandung bahan baku yang diperlukan pertumbuhan dan perkembangan
tanaman, sementara suplemen seperti hormon
tumbuhan membantu
kelancaran proses metabolisme. Meskipun demikian, ke dalam pupuk, khususnya
pupuk buatan, dapat ditambahkan sejumlah material suplemen.
Dalam
pemberian pupuk perlu diperhatikan kebutuhan tumbuhan tersebut, agar tumbuhan
tidak mendapat terlalu banyak zat makanan. Terlalu sedikit atau terlalu banyak
zat makanan dapat berbahaya bagi tumbuhan. Pupuk dapat diberikan lewat tanah
ataupun disemprotkan ke daun.
Salah satu jenis pupuk organik adalah kompos.
Pupuk dapat dikelompokkan berdasarkan kandungan dan jumlah unsure hara, reaksi
kimia maupun fisiologisnya, senyawa, bentuk dan pembuatannya. Berdasarkan bentuk fasanya, pupuk dibedakan
atas pupuk padat cair dan gas. Pupuk padat dapat dikelompokkan menjadi pupuk
berbentuk serbuk halus, tepung atau Kristal ( ZA atau Ammonium Sulfat). Pupuk
berbentuk butiran kasar misalnya TSP, pupuk berbentuk granula misalnya urea,
dan pupuk berbentuk briket misalnya Urea briket.
Berdasarkan
senyawanya pupuk digolongkan menjadi pupuk organic dan pupuk anorganik. Pupuk organic merupakan pupuk yang berasal
dari bahan- bahan organic yang berasala dari makhluk hidup. Misalnya pupuk
kompos, pupuk kandan dll. Sedangkan pupuk anorganik merupakan pupuk yang
berasal dari bukan makhluk hidup atau terbuat dari bahan kimia. Misalnya Urea,
TSP, KCl, dll.
Berdasarkan pembuatannya pupuk dibedakan atas
pupuk alam, seperti guano, pupuk
kandang, rock phosphate, dll, dan pupuk anorganik. Pupuk anorganik terbagi atas
pupuk N, Pupuk P dan Pupuk K.
berdasarkan metode pelepasan haranya dibagi atas pupuk pelepas hara
cepat, yaitu pupuk yang dapat segera diserap oleh tanaman karena mudah larut
seperti Urea, ZA, dll, dan pupuk pelepas hara lambat yaitu pupuk yang lambat
diserap oleh tanaman karena kelarutannya rendah, seperti kompos, batuan
phosphate, dll. Berdasarkan reaksi fisiologisnya dibedakan atas pupuk fisiologi
masam yaitu pupuk yang meningkatkan kemasaman tanah ketika digunakan, pupuk
fisiologi basa, yaitu yang akan mengakibatkan tanah menjadi basa ketika digunakan, dan pupuk
netral yang tidak mengakibatkan perubahan pH saat digunakan. Berdasarkan jumlah
unsure haranya dibedakan atas pupuk tunggal yaitu yang hanya mengandung 1 unsur
hara pokok, seperti Urea yang mengandung N. Pupuk majemuk yaitu yng mengandung
lebih dari satu unsure hara. Pupuk majemuk dapat dibedakan atas pupuk majemuk
lengkap, pupuk majemuk tidak lengkap,
dan pupuk campur.
V. ALAT DAN BAHAN
a. Alat
: - Buku tulis
- Pulpen
- Plastik
b. Bahan : 1.
produk ppupuk yang beredar di pasaran atau yang di
gunakan petani : pupuk
organic padat dan cair, produk pupuk
organic padat atau cair
2. Pembenah
tanah : zeolit ,dolomite, kalsit,gypsum
3. Bahan
pupuk : kotoran ternak, tanaman legume dan gulma, limbah pertanian / rumah
tangga , sampah kota terpilih , tulang ayam / sapi , jerami , arang sekam ,
kulit telur,dll
VI.
CARA KERJA
a. Tiap
kelompok membuat koleksi yang terdiri dari :
1. Satu
(1) macam bahan bahan padat berupa
bahan pupuk anorganik , bahan pupuk
organic/ pembenah tanah.
2. Satu(1)
macam produk pupuk anorganik dan pupuk organic ( padat dan cair ) di lengkapi
dengan brosur yang berisis tentang sifat dan penggunaan pupuk .
b. Bahan
produk dikering anginkan lebih dulu , kemudian di kemas di dalam plastic bening
yamg tebal dengan berat pupuk 0,5 kg (pupuk padat) atau volume 0,5 liter (
pupuk cair ) . di beri label dan di lengkapi informasi : bentuk,warna ,
kandungan hara , kelarutan
c. Untuk
produk pupuk dikumpulkan apa adanya
VII. HASIL PENGAMATAN
1.
Nama pupuk : KCl
a. Sifat
fisik :
Ø Bentuk :
Kristal
Ø Warna
:
Merah
Ø Senyawa :
anorganik
Ø Kelarutan
:
cepat
Ø Higroskopisitas
:
tinggi
Ø grade
pupuk :
0 – 0 - 60
b.
sifat
kimia :
Ø rumus
kimia : KCl
Ø kadar
hara :
60 % K20
Ø sifat
fisiologis :
Basa
2.
Nama Pupuk :
NPK
a. Sifat
Fisik
Ø Bentuk : Butiran
Ø Warna
: Biru
Ø Senyawa : Anorganik
Ø Kelarutan
: lambat
Ø Higroskopisitas : rendah
Ø Grade
Pupuk : 15 - 15 -15
b. Sifat
Kimia
Ø Rumus
Kimia :
Ø Kadar
Hara : 15 % N, 15 % P2O5,
15 % K20
Ø Sifat
Fisiologis : Netral
3.
Nama Pupuk :
UREA
A,
Sifat Fisik
Ø Bentuk : Kristal
Ø Warna
: biru
Ø Senyawa : anorganik
Ø Kelarutan
: mudah larut
Ø Higroskopisitas : tinggi
Ø Grade
Pupuk : 45 – 0 - 0
b,
Sifat Kimia
Ø Rumus
Kimia : HNO3
Ø Kadar
Hara : 45 % N
Ø Sifat
Fisiologis : Masam
4.
Nama Pupuk :
ZPT ( ORGANIK CAIR )
a. Sifat
Fisik
Ø Bentuk : cair
Ø Warna
: coklat
Ø Senyawa : organik
Ø Kelarutan
: cepat
Ø Higroskopisitas : tinggi
Ø Grade
Pupuk : -
b.
Sifat Kimia
Ø Rumus
Kimia : -
Ø Kadar
Hara : -
Ø Sifat
Fisiologis : Netral
5.
Nama Pupuk :
SP-36
a. Sifat
Fisik
Ø Bentuk : Butiran
Ø Warna
: Abu-abu
Ø Senyawa : anorganik
Ø Kelarutan
: lambat
Ø Higroskopisitas : rendah
Ø Grade
Pupuk : 0 – 0 - 36
b.
Sifat Kimia
Ø Rumus
Kimia : -
Ø Kadar
Hara : 36 % P2O5
Ø Sifat
Fisiologis : Basa
m
6. Nama
Pupuk : TSP
a. Sifat
Fisik
Ø Bentuk : Butiran
Ø Warna
: Abu-abu
Ø Senyawa : anorganik
Ø Kelarutan
: lambat
Ø Higroskopisitas : rendah
Ø Grade
Pupuk : 0 – 46 - 0
b.
Sifat Kimia
Ø Rumus
Kimia : -
Ø Kadar
Hara : 46 % P205
Ø Sifat
Fisiologis : Basa
VIII.
PEMBAHASAN
Pada acara koleksi
pupuk bahan yang kita gunakan adalah
jenis pupuk KCl, NPK, urea, ZPT (organik cair), SP 36, dan TSP. Dalam mengenal
koleksi pupuk ini yang pertama kita mengamati pupuk KCl dimana pupuk kcl ini memiliki sifat fisik
pupuk yang berbentuk kristal dan warna pupuk adalah merah dan senyawa pada
pupuk kcl ini anorganik, kelarutan pada pupuk yaitu mudah larut atau cepat
sehingga higrokopisitas pada pupuk
tinggi dan grade pupuk kcl adalah
0 – 0- 60 mengandung unsur K , kemudian
sifat kimia pada pupuk ini adalah pada rumus kimia yaitu KCl dan kadar hara 60
% K20 dan sifat fisiologis pada pupuk ini adalah Basa.
Kemudian
pupuk NPK, dimana sifat fisik pupuk NPK ini dari bentuk yaitu butiran dan kemudian warna
pada pupuk NPK ini biru dan senyawa anorganik dan kelarutan lambat kemudian
higrokopisitas cepat dan grade pupuk 15 – 15 – 15 dan sifat kimia pada pupuk
npk yaitu kadar hara 15 % N ,15 % P2O5 ,15 % K2O
dan sifat fisiologis pada pupuk npk ini Netral. Dan yang ke tiga yaitu pupuk
UREA , sifat fisik pada pupuk urea yaitu bentuk pada pupuk ini Kristal dan
warna putih dan senyawa pada pupuk urea ini anorganik kemudian kelarutanya
mudah larut / cepat dan higrokopisitas pada pupuk ini tinggi kemudian pupuk ini
memiliki grade pupuk 45 – 0 – 0 mengandung unsure N dan kemudian sifat kimia pada pupuk Urea yaitu HN03 kadar hara pada pupuk
urea 45 % N dan sifat fisiologis yaitu masam. Kemudian masuk ke pengenalan
pupuk ZPT (Organik cair) dimana pupuk ini memiliki sifat fisik yang berbentu
cair dan warna pada pupuk ini coklat, dan memiliki senyawa organic sehingga
kelarutan pada pupuk ZPT ini cepat dan higrokopisitas pada pupuk sangat tinggi
kemudian sifat kimia pada pupuk zpt
ialah sifat fisiologinya Netral
Dalam pengenalan
pupuk ataupun bahan pupuk dan pembenah pupuk, dapat kita ketahui bahawa pupuk
sangat berpengaruh terhadap produkfitas tanaman, sehingga pupuk dapat
menentukan produkfitas tanaman tersebut, seperti yang kita lakujan pada saat
praktikum ini dalam koleksi kita akan mengetahui jenis-jenis pupuk yang di
butuhkan oleh tanaman, kemudian yang kita lakukan pada praktikum ini kita
mengamati pupuk SP36 dimana pupuk ini memiliki sifat fisik yang berbentuk
butiran dan warna pada pupuk ini adalah abu-abu dan senyawa pada pupuk ini
adalah anorganik dan kelarutannya lambat sehingga higrokopisitas pada pupuk ini
rendah dan grade pupuk pada pupuk SP36 0 – 36 – 0 dan kemudian sifat kimia
pupuk SP 36 seperti kadar hara pada pupuk ini 36%P205 dan
sifat fisiologis basa, dan kemudian kta mengenal pupuk TSP dimana ppupuk ini
memiliki sifat fisik yaitu pada bentuk butiran dan warna pada pupuk ini abu-abu
dan memiliki senyawa organic dan kemudian memiliki kelarutan lambat dan
higrokopisitas pada pupuk ini rendah dan memiliki grade pupuk 0 – 46 – 0 dan
memiliki rumus kimia pada kadar hara 46%P205 dan memiliki sifat fisiologis Basa.
IX.
KESIMPULAN
Pada
praktikum koleksi pupuk ini kita dapat mengambil keimpulan sebagai berikut:
1. Pupuk
yang kita amati adalah pupuk KCl , NPK, urea, ZPT (organik cair) SP 36, TSP
2. Pupuk
yang memiliki unsure N , memungkinkan bahwa pupuk tersebut mengandung sifat
fisiologis masam
3. Pupuk
yang memiliki unsure P2O5 dan K2O memungkinkan
bahwa pupuk tersebut memiliki sifat fisiologis Basa
4. Pupuk
yang memiliki unsure NPK memungkinkan
bahwa pupuk tersebut memiliki sifat fisiologis Netral
5. Pupuk
yang memiliki bentuk butiran atau granul maka pupuk tersebut memiliki kelarutan
lambat dan higrokopisitasnya rendah
6. Pupuk
yang memiliki bentuk Kristal maka pupuk tersebut memiliki kelarutan cepat dan
higrokkopisitasnya tinggi.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim, 2014. Buku Petunjuk Praktikum Kesuburan dan
Kesehatan Tanah , Institut Pertanian STIPER, Yogyakarta
Rinsema,W.T.1983.Pupuk Dan Cara Pemupukan bhratara karya
aksara. Jakarta
Schroeder,D.1983.Soil-Facts And Concept. Int.potash
institute bern, switzerland
Tidak ada komentar:
Posting Komentar