I.
ACARA
IV : Analisis
Data Meteorologi
II.
TANGGAL
: 19
Maret 2014
III. TUJUAN :
1.
Melatih
mahasiswa untuk mengolah dan menganalisis data meteorologi pertanian serta
menyajikan dlam bentuk siap pakai.
2.
Mempelajari
hubungan timbal balik antara anasir - anasir iklim.
IV.
TINJAUAN
PUSTAKA
Dalam
menganalisis data meteorology di suatu wilayah diperlukan adanya data cuaca
bulanan salama satu tahun dari suatu stasiun meteorology, yang terdiri dari
data curah hujan (CH), evaporasi (EV), suhu thermometer bola basah (TBB), suhu
thermometer bola kering (TBK), panjang penyinaran (PP), intensitas penyinaran
(IP). Selain itu juga diperlukan data untuk menganalisis regresi dan korelasi,
data yang perlukan antara lain suhu (T), kelembaban (RH), panjang penyinaran
(PP), intensitas penyinaran (IP), dan evaporasi (EV) bulanan selama satu tahun,
yang diperoleh dari data diatas. Data disajikan dalam berbagai macam jenis, ada
data mentah yang merupakan data asli dari suatu alat pengukur dan belum diolah. Data matang merupakan data asli
yang sudah diolah menjadi data yang dapat digunakan dalam beberapa aplikasi
pengolahan yang berkaitan dengan data tersebut, dan data siap pakai merupakan
data yang sudah diolah menjadi data yang dapat digunakan sebagai acuan tetap
dan dapat dioperasikan dalam penentuan hal-hal yang berkaitan dengan data
tersebut.
Untuk menentukan analisis regresi dan korelasi,
sebaiknya dalam penghitungan menggunakan bantuan kalkulator, sehingga nantinya
didapat suatu persamaan regresi linier: Y=a+bX, dimana Y merupakan perubahan
tak bebas (faktor yang dipengaruhi), X merupakan perubahan bebas (factor yang
mempengaruhi), a merupakan pengaruh faktor lain yang tidak dipengaruhi
perubahan bebas, dan bmerupakan koefisien relasi (gradien garis). Sedangkan
koefisien regresi yang bukan linier disimbolkan dengan (r).
Hujan adalah air yang jatuh ke permukaan bumi sebagai akibat terjadinya
kondensasi dari partikel-pertikel air di langin/awan. Hujan diukur sebagai
tinggi air yang jatuh di permukaan yang datar dalam periode waktu tertentu
apakah harian, mingguan, bulanan atau tahunan. Tinggi air ini umumnya
dinyatakan dengan satuan mm. Karakteristik curah hujan yang penting diketahui adalah : Intensitas
hujan, menyatakan laju turunnya hujan dalam mm per jam. Lama hujan diartikan (a) periode waktu turunnya hujan pada intensitas
tertentu yang dinyatakan dalam jam atau menit atau (b) total waktu dari awal
sampai akhir suatu kejadian hujan. Pada keteknikan pengertian yang pertama yang
digunakan. Total
jumlah hujan adalah (a) hasil perkalian antara intensitas hujan dengan lama
hujan, dalam satuam mm atau (b) banyaknya hujan yang jatuh pada suatu permukaan
datar atau tertampung pada alat penakar hujan
Alat pengukur curah hujan secara umum dinamakan penakar hujan. Namun ada
pula yang menyatakan penakar hujan itu adalah alat ukur curah hujan
konvensional atau tidak otomatik. Penakar hujan ini hanya dapat digunakan untuk
mengukur jumlah hujan saja, mempunyai bentuk silinder. Lingkaran penangkap
hujan terbuat dari bahan anti bocor diletakan di bagian atas corong yang
meneruskan air hujan yang tertangkap ke penerima. Peneriima ini harus mempunyai
leher yang sempit untuk mengurangi kehilangan akibat penguapan, kemudian di
bagian bawahnya merupakan tempat penampungan atau reservoarnya. Lingkaran
penangkap luasnya antara 200 sampai 500 cm2 yang dirancang agar percikan hujan
tidak keluar, yaitu dengan cara dindingnya cukup dalam dan corongnya semiring
mungkin (lebih dari 45 °). Alat ini dibuat dari bahan metal tahan karat,
fiberglas atau plastik..
V. ALAT DAN BAHAN
a. Alat
1. Untuk
analisi , penyajian dan inteerpestasi data yang di perlukan data bulanan selama
satu tahun dari stasiun Meteorologi yang terdiri dari data hujan ( CH ) ,
evaporasi ( EV ) , suhu thermometer bola basah ( TBB
) suhu thermometer bola kering ( TBT ), pamjang penyinaran ( PP ) , dan intensitas penyinaran ( IP )
) suhu thermometer bola kering ( TBT ), pamjang penyinaran ( PP ) , dan intensitas penyinaran ( IP )
2. Untuk
menganalisis regresi dan korelasi di perlukan oleh data T, RH , PP , IP , dan
EV bulanan selama satu tahun di peroleh dari data di atas
VI.
CARA KERJA
1.
Penyajian dan interprestasi
data meteorologi pertanian.
Karena data selama satu
tahun cukup banyak, maka perlu pembagian kerja. Mahasiswa/peserta dibagi
menjadi 12 kelompok. Masing – masing
kelompok mengolah data tersebut saling di pertukarkan. Pengolahan data yang dilakukan
adlah sebagai berikut :
a.
Curah Hujan
1.
Dihitung jumlah
curah hujan perdasarian, tinggi CH Bulanan dan jumlah CH selama satu tahun.
2.
Dihitung jumlah
hari hujan selama satu tahun.
3.
Dibuat histogram
CH perdasarian dan CH bulanan selama satu tahun
4.
Dibuat pembahasan
terhadap perilaku hujan tahunan tersebut. Antara lain : pola agihan CH
perdasarian dan bulan selama satu tahun, bulan – bulan basah dan bulan kering
menurut kriteria Mohr, dsb.
b.
Suhu Udara ( TBB
dan TBK )
1.
Dihitung suhu
harian dengan rumus :
2.
Dari hasil data
diatas kemudian dihitunglah T bulanan :
3.
Dihitung T
tahunan dengan rumus :
Dihitung suhu tahunan dengan rumus Braak, yaitu :
T tahun = 26.3 – 0,61 h
( h dalam hm )
4.
Dibuat grafik
ayunan suhu bulan selama satu tahun
c.
Kelembaban
1.
Dihitung
kelembaban nilai udara pada pukul 07.00, 13.00 dan 18.00 atas dasar selisih
suhu bola basah dan suhu bola kering.
2.
Dihitung RH
harian dengan rumus:
3.
Dihitung RH
bulanan dengan rumus :
4.
Dibuat grafik
ayunan RH bulanan selama satu tahun.
5.
Dibuat
pembahasan mengenai pola ayunan T dan RH bulanan selama satu tahun pengamatan.
d.
Panjang
Penyinaran ( PP ), Intensitas Penyinaran ( IP ), dan Evaporasi (EV)
1.
Dihitung rerata
panjang penyinaran ( PP ), jumlah IP dan jumlah EV bulanan dalam satu tahun.
2.
Dibuat grafik
rerata PP bulanan selama satu tahu.
3.
Dibuat grafik
jumlah PP dan EV bulanan dalam satu tahun
2.
Analisis regresi
dan korelasi.
Dari data harian selama satu bulan pada masing –
masing kelompok, dihitung nilai korelasi dan regresi dari hubungan dua analisir
iklim sebagai berikut :
PP Vs T IP Vs RH
PP Vs RH IP Vs EV
PP Vs EV T Vs RH
PP Vs IP T Vs EV
PP Vs T RH Vs ZV
a. Analisis diatas dilakukan dengan menggunakan
kalkulator, sehingga diperoleh :
1.
Persamaan
regresi linier, Y = a + bX
Y = Perubahan tak bebas ( faktor yang
dipengaruhi )
X = Perubahan bebas ( faktor yang mempengaruhi )
a = Pengaruh faktor lain yang tidak dipengaruhi
perubahan bebas
b =
Koefisien relasi ( gradien garis )
2.
Koefisien
regresi ( r )
b.
Dari hubungan –
hubungan tersebut dibuat grafik persamaan regresinya. Dan diberi pembahasan
mengenai hubungan antar anasir tersebut, kemudian dibandingkan keeratan masing
– masing hubungan.
B.
DATA KLIMATOLOGI BULAN SEPTEMBER 2003
KEC
: DEPOK KABUPATEN: LEMAN TINGGI TEMPAT : 137 M DPL
|
|
PP (%)
|
PP (%)
|
TA1
|
EV
|
KC. ANGIN 2 M
|
|||
|
Bulan
|
06.00 - 18. 00
|
08.00 - 16.00
|
|
(mm)
|
(KM/JAM
|
|||
|
jan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
feb
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
mar
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
apr
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
mei
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
jun
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
jul
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
agu
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
sep
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
okt
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
nov
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
des
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
jml
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
rata
|
|
|
|
|
|
|
|
|
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim. 2014. Panduan Praktikum Klimatologi
Pertanian. Institut Pertanian STIPER. Yogyakarta.
Benyamin, Lakitan. 1994. Dasar-dasar
Klimatologi. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta
Tjasyono,
Bayong HK. 2004. Klimatologi Edisi Kedua.
Penerbit ITB. Bandung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar