I.
ACARA IV : Uji
Kesuburan Tanah
II.
TANGGAL : 19 September 2014
III.
TUJUAN :
a. Mengetahui
kesuburan tanah actual
b. Mengetahui
pengaruh pupuk terhadap kesuburan tanah
IV.
DASAR
TEORI
Kesuburan
tanah merupakan kunci utama keberhasilan suatu usaha tani. Bagaimanapun
sempurnanya suatu proses usaha tani akan tetapi jika tidak didukung dengan
kesuburan tanah yang memadahi pasti tidak akan membawa hasil yang
maksimal. Sebagai contoh kasus yang umum terjadi pada petani Indonesia, para
petani sering memberikan pupuk kimia yang berlebihan pada lahannya akan tetapi
produksinya belum seperti yang diharapkan. Permasalahan pada kasus diatas
adalah karena tingkat kesuburan tanah yang rendah sehingga berapapun pupuk yang
diberikan tidak akan bisa terserap oleh tanaman (Maspary, 2011).
Konsep
awal kualitas tanah bergantung dengan berbagai sifat-sifat tanah yang
berkontribusi terhadap produktivitas tanah, dengan sedikit pertimbangan
definisi untuk kesuburan tanah itu sendiri. Dalam konteks pertanian, kualitas
tanah biasanya didefinisikan sebagai produktivitas tanah dan khususnya adalah
kapasitas tanah untuk mempertahankan dan memelihara pertumbuhan tanaman. Dari
perspektif produksi tanaman pertanian, kualitas tanah dapat didefinisikan
sebagai kapasitas tanah atau kebugaran tanah untuk mendukung pertumbuhan
tanaman tanpa mengakibatkan degradasi atau merusak lingkungan (Gregorich dan
Carter, 1997).
Analisis
tanah dapat dilakukan dengan analisis cepat di lapangan atau analisis rutin di
laboratorium. Analisis tanah merupakan alat bantu untuk menilai kesuburan
tanah, terutama keberadaan hara makro dan hara mikro. Perkembangan cara
analisis melaju dengan teknologi yang ada. Penggunaan alat mutakir dimaksudkan
agar analisis menjadi lebih cepat, akurat, dan hemat. Analisis kimia tanah
dapat dipilahkan menjadi cara gravimetri, titimetri, atau elektronis (Rosmarkam
dan Yuwono, 2002).
Uji
tanah dalam kaitannya dengan rekomendasi pemupukan di Indonesia masih
menggunakan pelarut singlenutrient soil analysis (SNSA).
Penggunaan cara analisis tersebut sudah berlangsung sejak tahun 1970-an, tetapi
karena keterbatasan dana penelitian, pelaksanaan uji tanah belum terprogram
secara berkelanjutan dan rekomendasi pemupukan spesifik lokasi untuk berbagai
komoditas tanaman belum terealisasi. Rekomendasi pemupukan P dan K untuk padi
sawah dapat menggunakan perangkat uji tanah sawah (PUTS). PUTS dapat mengukur
kadar hara P dan K serta pH tanah secara langsung di lapangan dengan cepat,
mudah, dan cukup akurat selama pengambilan contoh tanah dilakukan dengan benar.
Namun takaran pupuk P dan K yang diberikan belum mempertimbangkan tekstur
tanah. Tanah sawah yang bertekstur kasar dan halus dengan status hara P dan K
yang dinilai rendah akan memperoleh takaran pupuk yang sama(Al-Jabri, 2007).
V.
ALAT
DAN BAHAN
A. Alat
1. Cetok
B. Bahan
1. Tanah
pasir
2. Tanah
lempung( latosol , grumusol)
3. Benih
jagung
4. Pupuk
anorganik
5. Pupuk
organic
6. Air
pembenah tanah
VI.
CARA
KERJA
1. Kesuburan
Aktual
a. Polybag
yang berlubang di bagian bawahnya diisi tanah lapis oleh pada beberapa jenis
tanah
b. Masukan
benih jagung , sirami dengan air setiap hari
c. Amati
kenampakan visual( morfologi dan warna ) tanaman jagung pada setiap pot, kemudian di ukur dan di
catat tinggi tanaman dan jumlah daun.
d. Pengamatan
di lakukan tiap minggu slama 8 minggu
2. Pengaruh
pupuk
a. Masing-masing
kelompok mengambil tanah pasiran dan tanah lempungan ( lapis olah ) yang telah
di siapkan.
b. Masukan
tanah ke dalam polybag yang berlubang di bawahnya, Tanami setiap pot dengan 3
benih jagung, setelah tumbuh , di pilih satu tanaman yang pertumbuhanya terbaik
untuk di pelihara.
c. Sirami
dengan secukupnya tiap hari agar tanaman tumbuh dengan baik.
d. Perlakuan
pupuk pada masing-masing kelompok sesuai dengan yang telah di tentukan , yaitu:
1. Tidak
di beri pupuk
2. Diberi
pupuk N P K 1 sendok the.
3. Di
beri pupuk NP 1 sendok the
4. Di
beri pupuk NK
5. Di
beri pupuk N
6. Diberi
pupuk P
7. Diberi
pupuk K
8. Diberi
pupuk K Dan
9. Diberi
pupuk organic
e. Pengamatan
di lakukan setiap minggu yang meliputi : tinggi tanaman . kenampakan visual (
warna , morfologi ) dan jumlah daun
f. Pada
akhir percobaan, tanaman di potong tepat pada pangkal batangnya, timbang bobot
segar dan bobot kering brangkasan ( shoot
) . bobot kering di peroleh setelah jaringan tanaman tersebut di oven pada
temperature 600C elama .> 48 jam
Perhitungan
analisis kesuburan tanah dengan Bahan Jagung dengan pupuk KCl klompok IV Dimana kita
menganalisis sebagai berikut :
·
Untuk tanaman dengan tanah Lempung
Tinggi tanaman = 38
+ 31 + 37 = 35,3 cm
3
Jumlah daun = 5
+ 4 + 3 = 4 cm
3
Warna Daun =
Hijau
Panjang akar = 7 + 12 + 53 = 24 cm
3
Jumlah akar = 7 + 10 + 7 = 8 cm
3
Diameter batang = 0,3
+ 0,5 + 0,9 = 0,4 cm
3
·
Untuk tanaman dengan tanah Pasir
Tinggi tanaman = 34 + 27 + 21 =
27,3 cm
3
Jumlah daun = 5 + 6 + 6 = 15,7 cm
3
Warana daun =
hijau
Pajang akar =
27 + 36 + 16 =
26,3 cm
3
Jumlah akar =
9 + 9 + 7 =
8,33 cm
3
Diameter batang = 0,4
+ 0,5 + 0,4 = o,5 cm
VII.
PEMBAHASAN
Pada
kegiatan yang kita lakukan pada acra enam ini kita melakukan pengamatan
kesuburan tanah dengan menggunakan bahan jagung dan kemudian dalam melakukan
pengamatan kesuburan tanah ini kita dapat menggunakan alat sebagai mempermudah
dalam melakukan pengamatan tanaman yang kita tanam, alat yang kita gunakan
yaitu Ceto kemudian bahan yang kita
pakai ialah tanah lempung, benih jagung tanah pasir, polibag bahan tanam , dan dimana
tujuan dalam kesuburan tanah ini ialah mengetahui kesuburan actual tanah, dan
mengetahui pengaruh pupuk terhadap kesuburan tanah, sebelumnya kita dapat
mengartikan kesuburan ini, kesuburan tanah merupakan Mutu tanah untuk bercocok
tanam , yang di butuhkan saling tindak (
interaction ) sejumlah sifat fisika,
kimia, dan biologi tanah yang menjadi
habitat akar-akar aktif tanaman, nah kesiuburan tanah juga bias di artikan
sebagai hasil panen yang di ukur dengan bobot bahan kering yang di pungut per satuan luas.
Pemupukan
di perlukan untuk menambah keharaan pada tanah yang ke adaanya makin lama makin
tipis karena di manfaatkan secara kontinyu oleh tanaman slama pertumbuhanya
mencapai produksi yang tinggi dan kualitas yang baik , sedang pengapuran sangat
penting artinya dalam usaha meningkatkan produktivitas tanah-tanah masam yang
sebenarnya cukup luas di Indonesia
Dalam
praktikum yang kita lakukan dalam mengamati kesuburan tanah kita dapat
melakukan dengan bahan tanam seperti tanah berpaasiran dan tanah lempung ,
dimana tanah pasir memiliki unsure makro , dan tanah lempung memiliki unsure
mikro, kemudian hasil dari pengamatan yang di lakukan setiap minggu yaitu pada
bahan benih jagung di antaranya
Pada tanah pasir , hasil dari
pengamatan minggu pertama dan minggu ke dua dan minggu ke tiga dan minggu ke
empat pada tinggi tanaman yaitu bisa kita ambil rata-rata 23 cm dan jumlah daun
dari minggu pertama sampai minggu ke Empat
yaitu 3 dan warna daun dari minggu pertama samapai ke empat yaitu Hijau,
dan panjang akar dari minggu pertama sampai ke empat yaitu 24 cm kemudian
jumlah akar dari minggu pertama samapi minggu ke empat yaitu 8 cm dan diameter
batang 0,24. Ini yang kita amati dengan menggunakan tanah Lempung, dan kemudian
menggunakan tanah berpasir kita bisa dapat mengambil rata-rata yaitu dengan
tinggi tanaman mulai dari minggu pertama sampai minggu ke empat yaitu 17,5 cm
dan jumlah daun dari inggu pertama sampai minggu ke empat yaitu 3,42 cm dan
warna daun dari minggu pertama saapai minggu ke empat yaitu Hijau dan pajang
akar , 26,3 dan jumlah akar 8,3 kemudian diameter batang 0,30.
Dalam praktikum ini kita dapat
membadingkan dari pupuk-pupuk yang kita gunakan dalam uji kesuburan yaitu dari
pupuk Urea dengan menggunakan tanah berpasir yaitu dengan tinggi tanaman 35 cm,
dan jumlah daun 5 , dan diameter 0,6 dan
panjang akar 2,8 cm kemudian jumlah akar
5 kemudian pada tanah yang berstruktur lempung bisa kita lihat dari tinggi
tanaman, 20 cm dan jumlah daun 5 kemudian diameter 0,5 dan panjang akar 2,4 dan
jumlah akar 4
Kemudian perbandingan pupuk KCl dengan tanah yang berpasir pada tinggi
tanaman yaitu 27,33 cm dan jumlah daun 5 kemudian diameter 0,47 dan panjang
akar 26,33 cm dan jumlah daun 8,33 dan pada tanah lempung dengan tinggi tanaman
35,3 dan jumlah daun 5 kemudian diameter 0,13 dan panjang akar 25,7 dan jumlah
akar 4
Kemudian perbandingan pupuk Kontrol
dengan tanah pasir yaitu dengan tinggi tanaman 6,6 cm dan jumlah daun 5,5 dan
diameter , panjang akar dan jumlah akar tidak ada , karena mati, dan tanah yang
berstruktur lempungan dengan tinggi tanaman, dan jumlah daun, diameter ,
panjang akar, jumlah akar, tidak ada karena mati.
Kemudian perbandingan pupuk Nk yaitu
dengan tanah berpasir dengan tinggi tanaman, dan jumlah daun, diameter, panjang
akar, dan umlah daun semuanya Mati dan tidak ada yang tumbuh di karenakan
kurangnya air yang di butuhkan pada kacambah tersebut. Kemudian tanah lempung
dengan tinggi tanam 30 cm, dan jumlah daun 4 kemudian diameter 0,8 cm dan
panjang akar 15 cm dan jumlah akar 8.
VIII.
KESIMPULAN
Dalam acara yang kita lakukan kita
dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
1. kesuburan
tanah merupakan Mutu tanah untuk bercocok tanam , yang di butuhkan saling
tindak ( interaction ) sejumlah sifat fisika, kimia, dan biologi tanah yang menjadi habitat akar-akar aktif tanaman
2. Tanaman
jagung lebih baik pertumbuhanya di banding di tanam di media lempung
3. Kompos
sangat mempengaruhi terhadap pertumbuhan ketinggian tanaman, tanaman dan
diameter batang.
4. Pupuk
P Merangsang pertumbuhan akar sehingga dan aman dan memiliki akar paling
panjang jika di pupuk menggunakan jenis pupuk ini
5. Dari
semua cara penamabahan unsure hara, media pasir lebih cocok untuk tanaman
jagung dari pada media lempung tapi hal ini belum benar betul karena tardapat
beberapa biji yang mati.
6. Hasil
rata-rata minggu pertama sampi minggu ke empat dengan tanah pasir yaitu tinggi
tanaman 17,5 cm dan jumlah daun 3,42 , warna daun hijau, panjang akar 26,3 cm jumlah akar 8,3 , diameter batang
0,30
7. Hasil
rata-rata minggu pertama sampai minggu ke empat dengan tanah lempung yaitu
tinggi tanaman 35,3 cm dan jumlah daun 5
warna daun hijau, panjang akar, 25,7, jumlah akar, 8 , diameter batang
0,13.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2014. Buku Petunjuk Praktikum Kesuburan dan
Kesehatan Tanah , Institut Pertanian STIPER, Yogyakarta
Rinsema,W.T.1983.Pupuk Dan Cara Pemupukan bhratara karya
aksara. Jakarta
Schroeder,D.1983.Soil-Facts And Concept. Int.potash
institute bern, switzerland
Tidak ada komentar:
Posting Komentar