I.
ACARA
III : Aplikasi Pemupukan
II.
TANGGAL : 2 September 2014
III. TUJUAN : 1. Menghitung
kebutuhan pupuk
2. Melakukan
pemupukan pada tanaman dengan berbagai metode
IV. DASAR
TEORI
Secara umum pemupukan merupakan pemberian bahan
kepada tanah dengan tujuan untuk memperbaiki kesuburan tanah. Secara khusus
pemupukan merupakan pemberian hara kepada tanah atau tanaman. Metode pemupukan merupakan cara pemberian
bahan pupuk ke tanaman dalam system pertanaman. Cara pemberian pupuk tersebut
dapat dilakukan secara langsung pada tanaman atau melalui medium lain seperti
air irigasi.
Pemberian pupuk secara langsung pada tanaman dapat
dilakukan melalui akar, ataupun daun. Memupuk melalui akar Yaitu segala macam pupuk yang diberikan kepada
tanaman lewat akar. Tujuannya tentu sudah jelas, yakni mengisi tanah dengan
hara yang dibutuhkan oleh tanaman, supaya tanaman yang ditanam di atasnya
tumbuh subur dan memberikan hasil yang memuaskan. Pada umumnya pemberian pupuk
melalui akar dapat dilakukan secara: Disebar (Broad Casting) Pupuk yang disebarkan
merata pada tanah-tanah di sekitar pertanaman atau pada waktu
pembajakan/penggaruan terakhir, sehari sebelum tanam, kemudian diinjak-injak
agar pupuk masuk ke dalam tanah. Beberapa pertimbangan untuk menggunakan cara
ini adalah: Tanaman ditanam pada jarak tanam yang rapat, baik teratur dalam
barisan maupun tidak teratur dalam barisan, Tanaman mempunyai akar yang dangkal
atau berada pada dekat dengan permukaan tanah, Tanah mempunyai kesuburan yang
relatif baik, Pupuk yang dipakai cukup banyak atau dosis permukaan tinggi, Daya
larut pupuk besar, karena bila daya larutnya rendah maka yang diambil tanaman
sedikit. Cara pemupukan ini biasanya digunakan untuk memupuk tanaman padi,
kacang-kacangan dan lain-lain yang mempunyai jarak tanam rapat. Kerugian cara
ini ialah merangsang pertumbuhan rumput pengganggu/gulma dan kemungkinan
pengikatan unsur hara tertentu oleh tanah lebih tinggi. Di Tugal (Spot) Pupuk dibenamkan ke dalam lubang di samping batang sejauh kurang
lebih 10 cm dan ditutup dengan tanah, Untuk tanaman tahunan pupuk dibenamkan ke
dalam lubang pupuk yang melingkari tanaman dengan jarak tegak lurus dan terjauh
(tajuk daun) dan ditutup kembali dengan tanah. Di Circle atau Ring Placement (memutari tanaman), Pupuk disebar secara melingkar pada tanaman
dengan cara tanah digemburkan terlebih dahulu, kemudian pupuk ditebarkan
merata. Metode ini mirip dengan metode broadcasting, namun penyebaran pupuk
secara merata.
V.
ALAT
DAN BAHAN
1. Alat
a.
Cangkul
2. Bahan
a.
Pupuk Urea
b.
Pupuk TSP
c.
Pupuk KCL
d.
Pupuk kandang / kompos
VI.
CARA
KERJA
A.
Metode broadcasting:
1. Tentukan
kebutuhan pupuk urea untuk lahan seluas 10 m2 jika dosis pupuk yang
di butuhkan sebesar 100kg urea / ha
2. Lakukan
pemupukan secara merata ke seluruh lahan dengan cara di ssebar
B. Metode
ring placement
1. Tentukan
kebutuhan pupuk untuk 1 tanaman jika kebutuhan per Ha sebesar 100 kg NPK dengan
jarak tanam sesuai tanaman yang akan di pupuk di lapangan.
2. Buat
parit sedalam 10-15 cm mengelilingi tanaman selebar tajuk terluar
3. Taburkan
pupuk secara merata dalam parit , kemudian di tutup dengan tanah
C. Metode
spot placement
1. Tentukan
kebutuhan pupuk untuk 1 tanaman apabila dosis per ha 100 kg/ha NPK dengan jarak
tanam sesuai tanaman yang akan di pupuk di lapangan.
2. Buat
lubang dalam baris tanaman sedalam 10 cm dengan tugal
3. Masukan
pupuk ke dalam lubang , dan tutup kembali dengan tanah
D. Metode
Foliar Application
1. Siapkan
1 liter larutan pupuk dengan konsentrasi 0,5 % urea ( 5 g urea di larutkan
dalam 1 liter air )
2. Masukan
larutan ke dalam tabung penyemprot
3. Lakukan
pemupukan pada permukaan daun ( bawah dan atas ) pada tanman
4. Perhitungan:
A. Menentukan dosis pupuk urea carabroadcasting
·
Kebutuhan pupuk urea per ha = 100 kg
·
Luasan 1 ha = 10.000 m2= 10 m2/10.000
m2 x 100 kg urea = 0,1 kg = 100 g urea
B. Menentukan
dosis pupuk NPK per pohon dengan cara
ring placement
dan spot placement
·
Kebutuhan pupuk NPK setiap hektar = 100
kg
·
Jarak tanam pohon mangga, apel ,
klengkeng
= 5 m x 5 m
Luas
Tanam = 5 m x 5 m = 25 m2
·
Jumlah populasi per ha = 10.000 m2
= 400 tanaman
·
Dosis pupuk NPK / tan = 100 kg/ 400 tan
= 0,25 kg pupuk NPK / tan
= 250 g pupuk NPK / tan
VII.
HASIL
PENGAMATAN
A. Metode
dalam mengaplikasi pemupukan ada 3 metode
1. Metode broadcasting
Metode yang kita lakukan ini adalah
di sebar atau di sebar di sekitar piringan tanaman secara merata ,
kemudian bahan dan tanaman yang kita gunakan adalah:
·
Bahan :
Pupuk TSP
·
Tanaman
: pohon mangga
Tanaman
: pohon mangga
Gambar 1. Broadcasting
2. metode
ring placement
Metode yang kita
lakukan ini adalah metode dengan cara di
tabor dengan membuat lubang di selebar tajuk keluar pada
tanaman tersebut dan taburkan pupuk secara merata dalam lubang atau parit , kemudian di tutup dengan
tanah, kemudian bahan dan tanaman yang kita gunakan adalah:
·
Bahan
: TSP
·
Tanaman : Mangga

Gambar
2. Ring placement
3.
Metode
spot placement
Metode yang kita lakukan ini adalah
dengan cara membuat lubang di sekitar tanaman dengan tunggal sedalam 10 cm ,
kemudian kita masukan pupuk tersebut dalam lubang tunggal yang berjumlah 3
lubang , dan kemudian kita tutup dengan tanah dan di siram dengan air, bahan
dan tanaman yang kita gunakan dalam tanaman tersebut adalah :
·
Bahan :
Pupuk TSP
·
Tanaman :
Mangga

Gambar
3. Spot placement

Gambar
4. Penyiraman
A. Menghitung
Kebutuhan Pupuk
1. Berapa
banyak pupuk Urea, TSP dan KCl yang diperlukan untuk memupuk tanaman Kelapa
Sawit fase tanaman menghasilkan (TM) seluas 1 ha dengan SPH 136 tanaman/ha,
apabila dari hasil analisis daun dan tanah ternyata perlu ditambahkan hara pada
setiap tanaman sebanyak 1 kg N, 0,9 kg P2O5 dan 1 kg K2O?
2. Lahan
Seluas 0,5 ha akan dipupuk dengan pupuk Urea (45-0-0), pupuk DAP (14-20-0) dan
pupuk KCl (0-0-60) pada dosis 90-60-30 kg/ha. Berapa jumlah masing-masing pupuk
yang diperlukan?
3. Pada
fase Pre Nursery di pembibitan Kelapa Sawit dibutuhkan pupuk dengan konsentrasi
0,2% pupuk urea untul setiap 100 bibit. Sedangkan untuk setiap bibitnya
diperlukan larutan pupuk 50 ml, berapa pupuk urea padat yang diperlukan setiap
bibitnya?
Jawab :
A. Rumus
untuk menghitung kebutuhan pupuk :
1. Urea 

= 295,65
kg
TSP 

= 272 kg
KCl 

= 226,66
kg
2. DAP 

= 150 kg
Unsur N
= 
= 21 kg
Luas 1
ha = 
= 42 kg
Kekurangan Urea = 90 – 42 = 48 kg
Kebutuhan
Urea 

= 53,33 kg
Kebutuhan
KCl 

3. Pre
Nursery = 0,2% untuk 100 bibit
Setiap
Pupuk perlu 50 ml larutan pupuk
Urea
Padat =
x 1000 = 2ml = 2 gram urea padat
=
x 2 = 0,1 gram
VIII.
PEMBAHASAN
Pada praktikum
yang kita lakukan pada acara tiga adalah pengaplikasian pupuk dimana tujuan dari aplikasi pupuk ini adalah
menghitung kebutuhan pupuk dan melakukan pemupukan pada tanaman dengan berbagai
metode dan alat dan bahan yang kita guanakan dalam melakukan pengaplikasian
pupuk tersebut di antaranya adalah bahan
UREA, TSP, KCL, pupuk kandang / kompos
dan kemudian cara kerja yang kita lakukan untuk mengaplikasikan pupuk tersebut
ke tanaman ada tiga metode di antaranya adalah metode broadcasting kemudian metode
ring placement kemudian metode spot
placement dimana dengan menggunakan tiga metode ini kita akan mengetahui
perlakuan mana yang lebih efektif dan efisien mungkin . dalam pengplikasian
pupuk ini pohon yang kita pupuk adalah pohon atau tanaman mangga.
Metode
broadcasting . metode ini dengan cara di tebar
merata di sekitar piringan atau sekitar tanaman, pada metode broadcasting ini
kita lakukan pada tanaman mangga dan bahan yang kita gunakan dalam acara ini
adalah pupuk TSP , mengandung unsure P ,
dalam metode ini kita menaburkan pupuk tersebuk dengan jarak 1,5 m dari tanaman
, tidak terlalu dekat dengan batang tanaman.
Metode
ring placement metode ini dengan cara membuat parit
dengan kedalaman 5 cm, di sekeliling tanaman tersebut dengan jarak 1,5 m, dan
menaburkan di lubang yang sudah kita buat keliling pada tanaman tersebut, alat
yang kita gunakan adalah cangkul , setelah pupuk sudah kita taburkan kemudian
kita tutup dengan tanah ,
Metode spot
placement metode ini dengan cara melunagi 3 lubang di sekitar
tanaman, dengan kedalaman 10 cm dan untuk dosis per ha nya 100 kg per pokok,
stelah memasukan pupuk ke dalam lubang kemudian di siram dengan air menggunakan
gombor bahan yang di gunakan dalam aplikasi pupuk ini adalah pupuk KCL dan UREA , TSP, diman stiap masing-masing
pupuk ini memiliki unsure masing-masing, sperti Pupuk UREA memiliki unsure N
dan sifat fisiologis pada pupuk ini Masam kemudian pupuk KCL mengandung undur K
yang sifat fisiologis pada pupuk ini adalah basa. Kemudian pupuk UREA adalah
mengandung unsure N dimana pupuk ini mengandung ifat fisiologis masam. Dan jika tanaman kekurangan N maka
pembelahan sel terlambat akan menyebababkan pertumbuhan tanaman terhambat,
profil tanaman lebih kecil, kering, keras, dan sudut daun terhadap batang
meruncing. Kemudian untuk menghitung kebutuhan pupuk tanaman digunakan rumus
dosis kg per tanaman di kali jumlah pokok per ha dibagi dengan kandungan bahan
maka akan diperoleh hasil kebutuhan pupuk untuk tanaman.
IX.
KESIMPULAN
Pada
praktikum ini kita telah melakukan acara tiga yaitu aplikasi pupuk dimana kita
dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Aplikasi pemupukan di lakukan dengan
empat metode, yaitu metode broadcasting, metode ring placement, metode spot
placement dan foliar application
2. Pupuk yang dilakukan dengan metode
ring dilakukan dengan cara membuat parit mengelilingi tanaman selebar tajuk
terluar tanaman
3. Metode broadcasting yaitu metode
yang digunakan dengan cara menaburkan pupuk secara merata di sekitar tanaman
4. metode
spot placement yaitu metodde yang digunkan dengan cara membuat 3 lubang di
setiap poko, sedalam 5 cm
5. pada
praktikum ini kita mengunakan pupuk 2 jenis yaitu pupuk TSP dan pupuk UREA
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim.2014 .Buku panduan
praktikum kesuburan tanah dan pemupukan:
INSTIPER:Yogyakarta
Buringh,P.1993.Pengantar
pengajian tanah-tanah wilayah Tropika dan sub
tropika. Terjemahan : tejoyuwono N. Gadjah Mada Univ.press.
: Yogyakarta.
Notohadiprawiro, T.,Soekodarmodjo, S dan E.
Sukana,1997. Pengelolaan
Kesuburan Tanah
dan peningkatan Efesiensi pemupukan.
Bull.Fak.
Pertanian UGM : Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar