Laman

Selasa, 03 Maret 2015

Aplikasi pemupukan



I.       ACARA III          : Aplikasi  Pemupukan
II.    TANGGAL         : 2 September 2014
III.  TUJUAN                        : 1. Menghitung kebutuhan pupuk
2.   Melakukan pemupukan pada tanaman dengan berbagai metode
IV.  DASAR TEORI
Secara umum pemupukan merupakan pemberian bahan kepada tanah dengan tujuan untuk memperbaiki kesuburan tanah. Secara khusus pemupukan merupakan pemberian hara kepada tanah atau tanaman.  Metode pemupukan merupakan cara pemberian bahan pupuk ke tanaman dalam system pertanaman. Cara pemberian pupuk tersebut dapat dilakukan secara langsung pada tanaman atau melalui medium lain seperti air irigasi.
Pemberian pupuk secara langsung pada tanaman dapat dilakukan melalui akar, ataupun daun. Memupuk melalui akar Yaitu segala macam pupuk yang diberikan kepada tanaman lewat akar. Tujuannya tentu sudah jelas, yakni mengisi tanah dengan hara yang dibutuhkan oleh tanaman, supaya tanaman yang ditanam di atasnya tumbuh subur dan memberikan hasil yang memuaskan. Pada umumnya pemberian pupuk melalui akar dapat dilakukan secara: Disebar (Broad Casting) Pupuk yang disebarkan merata pada tanah-tanah di sekitar pertanaman atau pada waktu pembajakan/penggaruan terakhir, sehari sebelum tanam, kemudian diinjak-injak agar pupuk masuk ke dalam tanah. Beberapa pertimbangan untuk menggunakan cara ini adalah: Tanaman ditanam pada jarak tanam yang rapat, baik teratur dalam barisan maupun tidak teratur dalam barisan, Tanaman mempunyai akar yang dangkal atau berada pada dekat dengan permukaan tanah, Tanah mempunyai kesuburan yang relatif baik, Pupuk yang dipakai cukup banyak atau dosis permukaan tinggi, Daya larut pupuk besar, karena bila daya larutnya rendah maka yang diambil tanaman sedikit. Cara pemupukan ini biasanya digunakan untuk memupuk tanaman padi, kacang-kacangan dan lain-lain yang mempunyai jarak tanam rapat. Kerugian cara ini ialah merangsang pertumbuhan rumput pengganggu/gulma dan kemungkinan pengikatan unsur hara tertentu oleh tanah lebih tinggi. Di Tugal (Spot) Pupuk dibenamkan ke dalam lubang di samping batang sejauh kurang lebih 10 cm dan ditutup dengan tanah, Untuk tanaman tahunan pupuk dibenamkan ke dalam lubang pupuk yang melingkari tanaman dengan jarak tegak lurus dan terjauh (tajuk daun) dan ditutup kembali dengan tanah. Di Circle atau Ring Placement (memutari tanaman), Pupuk disebar secara melingkar pada tanaman dengan cara tanah digemburkan terlebih dahulu, kemudian pupuk ditebarkan merata. Metode ini mirip dengan metode broadcasting, namun penyebaran pupuk secara merata.
V.    ALAT DAN BAHAN
1.      Alat
a.      Cangkul
2.      Bahan
a.      Pupuk Urea
b.     Pupuk TSP
c.      Pupuk KCL
d.     Pupuk kandang / kompos
VI.             CARA KERJA
A.    Metode broadcasting:
1.      Tentukan kebutuhan pupuk urea untuk lahan seluas 10 m2 jika dosis pupuk yang di butuhkan sebesar 100kg urea / ha
2.      Lakukan pemupukan secara merata ke seluruh lahan dengan cara di ssebar
B.     Metode ring placement
1.      Tentukan kebutuhan pupuk untuk 1 tanaman jika kebutuhan per Ha sebesar 100 kg NPK dengan jarak tanam sesuai tanaman yang akan di pupuk di lapangan.
2.      Buat parit sedalam 10-15 cm mengelilingi tanaman selebar tajuk terluar
3.      Taburkan pupuk secara merata dalam parit , kemudian di tutup dengan tanah
C.     Metode spot placement
1.      Tentukan kebutuhan pupuk untuk 1 tanaman apabila dosis per ha 100 kg/ha NPK dengan jarak tanam sesuai tanaman yang akan di pupuk di lapangan.
2.      Buat lubang dalam baris tanaman sedalam 10 cm dengan tugal
3.      Masukan pupuk ke dalam lubang , dan tutup kembali dengan tanah
D.    Metode Foliar Application
1.      Siapkan 1 liter larutan pupuk dengan konsentrasi 0,5 % urea ( 5 g urea di larutkan dalam 1 liter air )
2.      Masukan larutan ke dalam tabung penyemprot
3.      Lakukan pemupukan pada permukaan daun ( bawah dan atas ) pada tanman
4.      Perhitungan:
A.     Menentukan dosis  pupuk urea carabroadcasting
·         Kebutuhan pupuk urea per ha = 100 kg
·         Luasan 1 ha = 10.000 m2= 10 m2/10.000 m2 x 100 kg urea = 0,1 kg = 100 g urea
B.     Menentukan dosis pupuk NPK per pohon  dengan cara ring placement dan spot placement
·         Kebutuhan pupuk NPK setiap hektar = 100 kg
·         Jarak tanam pohon mangga, apel , klengkeng
= 5 m x 5 m
                                                            Luas Tanam                 = 5 m x 5 m = 25 m2
·         Jumlah populasi per ha = 10.000 m2 = 400 tanaman
·         Dosis pupuk NPK / tan = 100 kg/ 400 tan
          = 0,25 kg pupuk NPK / tan
          = 250 g pupuk NPK / tan
VII.          HASIL PENGAMATAN
A.    Metode dalam mengaplikasi pemupukan ada 3 metode
1.      Metode broadcasting
Metode yang kita lakukan ini adalah di sebar  atau di sebar  di sekitar piringan tanaman secara merata , kemudian bahan dan tanaman yang kita gunakan adalah:
·            Bahan      : Pupuk TSP
·            IMG_20140904_194744.jpgTanaman : pohon mangga







Gambar  1. Broadcasting
            2.     metode ring placement
Metode yang kita lakukan ini adalah metode  dengan cara di   tabor dengan  membuat lubang di selebar tajuk keluar pada tanaman tersebut dan taburkan pupuk secara merata dalam  lubang atau parit , kemudian di tutup dengan tanah, kemudian bahan dan tanaman yang kita gunakan adalah:
·         Bahan        : TSP
·         Tanaman     : Mangga
IMG_20140904_194715.jpg
Gambar 2. Ring placement
3.        Metode spot placement
Metode yang kita lakukan ini adalah dengan cara membuat lubang di sekitar tanaman dengan tunggal sedalam 10 cm , kemudian kita masukan pupuk tersebut dalam lubang tunggal yang berjumlah 3 lubang , dan kemudian kita tutup dengan tanah dan di siram dengan air, bahan dan tanaman yang kita gunakan dalam tanaman tersebut adalah :
·         Bahan        : Pupuk TSP
·         Tanaman   : Mangga
IMG_20140902_160044.jpg
Gambar 3. Spot placement
IMG_20140902_160257.jpg
Gambar 4. Penyiraman



A.    Menghitung Kebutuhan Pupuk
1.      Berapa banyak pupuk Urea, TSP dan KCl yang diperlukan untuk memupuk tanaman Kelapa Sawit fase tanaman menghasilkan (TM) seluas 1 ha dengan SPH 136 tanaman/ha, apabila dari hasil analisis daun dan tanah ternyata perlu ditambahkan hara pada setiap tanaman sebanyak 1 kg N, 0,9 kg P2O5 dan 1 kg K2O?
2.      Lahan Seluas 0,5 ha akan dipupuk dengan pupuk Urea (45-0-0), pupuk DAP (14-20-0) dan pupuk KCl (0-0-60) pada dosis 90-60-30 kg/ha. Berapa jumlah masing-masing pupuk yang diperlukan?
3.      Pada fase Pre Nursery di pembibitan Kelapa Sawit dibutuhkan pupuk dengan konsentrasi 0,2% pupuk urea untul setiap 100 bibit. Sedangkan untuk setiap bibitnya diperlukan larutan pupuk 50 ml, berapa pupuk urea padat yang diperlukan setiap bibitnya?
Jawab :

A.    Rumus untuk menghitung kebutuhan pupuk :
       

1.    Urea
   
   
      = 295,65 kg
TSP
   
   
      = 272 kg
KCl
   
   
      = 226,66 kg
2.    DAP
   
   
      = 150 kg
       Unsur N   =
                 = 21 kg
Luas 1 ha  =
               = 42 kg
   Kekurangan Urea = 90 – 42 = 48 kg
Kebutuhan Urea
   
   
      = 53,33 kg
Kebutuhan KCl
   
      = 25 kg

3.      Pre Nursery = 0,2% untuk 100 bibit
Setiap Pupuk perlu 50 ml larutan pupuk
Urea Padat =  x 1000 = 2ml = 2 gram urea padat
                   =  x 2 = 0,1 gram
VIII.       PEMBAHASAN
Pada praktikum yang kita lakukan pada acara tiga adalah pengaplikasian pupuk dimana  tujuan dari aplikasi pupuk ini adalah menghitung kebutuhan pupuk dan melakukan pemupukan pada tanaman dengan berbagai metode dan alat dan bahan yang kita guanakan dalam melakukan pengaplikasian pupuk tersebut di antaranya adalah  bahan UREA, TSP, KCL, pupuk  kandang / kompos dan kemudian cara kerja yang kita lakukan untuk mengaplikasikan pupuk tersebut ke tanaman ada tiga metode di antaranya adalah metode broadcasting kemudian metode ring placement kemudian metode spot placement dimana dengan menggunakan tiga metode ini kita akan mengetahui perlakuan mana yang lebih efektif dan efisien mungkin . dalam pengplikasian pupuk ini pohon yang kita pupuk adalah pohon atau tanaman mangga.
Metode broadcasting . metode ini dengan cara di tebar merata di sekitar piringan atau sekitar tanaman, pada metode broadcasting ini kita lakukan pada tanaman mangga dan bahan yang kita gunakan dalam acara ini adalah pupuk TSP , mengandung unsure P  , dalam metode ini kita menaburkan pupuk tersebuk dengan jarak 1,5 m dari tanaman , tidak terlalu dekat dengan batang tanaman.
Metode ring placement metode ini dengan cara membuat parit dengan kedalaman 5 cm, di sekeliling tanaman tersebut dengan jarak 1,5 m, dan menaburkan di lubang yang sudah kita buat keliling pada tanaman tersebut, alat yang kita gunakan adalah cangkul , setelah pupuk sudah kita taburkan kemudian kita tutup dengan tanah ,
Metode spot placement metode ini dengan cara melunagi 3 lubang di sekitar tanaman, dengan kedalaman 10 cm dan untuk dosis per ha nya 100 kg per pokok, stelah memasukan pupuk ke dalam lubang kemudian di siram dengan air menggunakan gombor bahan yang di gunakan dalam aplikasi pupuk ini adalah pupuk KCL  dan UREA , TSP, diman stiap masing-masing pupuk ini memiliki unsure masing-masing, sperti Pupuk UREA memiliki unsure N dan sifat fisiologis pada pupuk ini Masam kemudian pupuk KCL mengandung undur K yang sifat fisiologis pada pupuk ini adalah basa. Kemudian pupuk UREA adalah mengandung unsure N dimana pupuk ini mengandung ifat fisiologis masam. Dan jika tanaman kekurangan N maka pembelahan sel terlambat akan menyebababkan pertumbuhan tanaman terhambat, profil tanaman lebih kecil, kering, keras, dan sudut daun terhadap batang meruncing. Kemudian untuk menghitung kebutuhan pupuk tanaman digunakan rumus dosis kg per tanaman di kali jumlah pokok per ha dibagi dengan kandungan bahan maka akan diperoleh hasil kebutuhan pupuk untuk tanaman.
IX.           KESIMPULAN
Pada praktikum ini kita telah melakukan acara tiga yaitu aplikasi pupuk dimana kita dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1.      Aplikasi pemupukan di lakukan dengan empat metode, yaitu metode broadcasting, metode ring placement, metode spot placement dan foliar application
2.      Pupuk yang dilakukan dengan metode ring dilakukan dengan cara membuat parit mengelilingi tanaman selebar tajuk terluar tanaman
3.      Metode broadcasting yaitu metode yang digunakan dengan cara menaburkan pupuk secara merata di sekitar tanaman
4.      metode spot placement yaitu metodde yang digunkan dengan cara membuat 3 lubang di setiap poko, sedalam 5 cm
5.      pada praktikum ini kita mengunakan pupuk 2 jenis yaitu pupuk TSP dan pupuk UREA
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2014 .Buku panduan praktikum kesuburan   tanah   dan         pemupukan:
                    INSTIPER:Yogyakarta
Buringh,P.1993.Pengantar pengajian tanah-tanah      wilayah      Tropika dan sub
                    tropika. Terjemahan : tejoyuwono N. Gadjah Mada Univ.press.
                    :  Yogyakarta.
Notohadiprawiro,  T.,Soekodarmodjo,      S dan E.   Sukana,1997.     Pengelolaan
                     Kesuburan Tanah dan peningkatan Efesiensi pemupukan. Bull.Fak.
                     Pertanian UGM : Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar