Laman

Selasa, 03 Maret 2015

Menghitung Defisit Air di kebun kelpa sawit



I.                     ACARA         :  Menghitung Defisit Air di Kebun Kelapa Sawit
II.                 TANGGAL   :  26 Maret 2014
III.             TUJUAN       : 
1.  Mengetahui jumlah defisit air di suatu wilayah
2.   Menentukan wilayah yang sesuai untuk pengembangan tanaman Kelapa Sawit
IV.  DASAR TEORI
Air merupakan salah satu unsur yang sangat diperlukan oleh tanaman selain berfungsi sebagai pelarut juga suatu medium untuk absorbsi unsur hara dari dalam tanah. Disamping itu, air juga diperlukan sebagai hara untuk pembentukan persenyawaan baru. Kehilangan air dapat  menyebabkan terhentinya pertumbuhan dan kekurangan air yang terus menerus menyebabkan perubahan-perubahan dalam tanaman yang bersifat irreversible (tidak dapat balik), turunnya produksi, dan mengakibatkan kematian. Hal ini dapat terjadi sangat cepat dalam keadaan panas dan kering.
Penurunan produksi tidak akan terjadi langsung pada bulan berikutnya, tetapi akan nampak 26 bulan kemudian. Mengingat pentingnya air bagi tanaman kelapa sawit, maka sejak masih di pembibitan sudah harus diperhitungkan ada tidaknya sumber air yang memungkinkan memperoleh air dengan mudah. Setiap bibit umur 0 – 9 bulan memerlukan 0,1 – 0,25 liter air untuk setiap penyiraman dilakukan 2 x sehari, yaitu pagi dan sore hari. Sedangkan untuk bibit umur 9 – 12 bulan diperlukan air 3 – 4 liter/hari. Dalam hal ini maka perlu diperhatikan keadaan curah hujan, apabila curah hujan cukup (>8 mm/hari) maka tidak perlu dilakukan penyiraman. Pengaruh defisit air  juga tergantung dari kemampuan tanah mengikat air (water holding capacity) yang berbeda-beda untuk setiap jenis tanah. Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain : kandungan liat (tekstur), kandungan bahan organik, topografi adalah tanah bertekstur pasir mempunyai kemampuan menahan air rendah, karena kandungan liat tanah rendah. Sebaliknya tanah-tanah yang mempunyai kandungan liat yang tinggi mempunyai kemampuan menahan air cukup tinggi. Tanah-tanah dengan kemampuan menahan air rendah memerlukan frekuensi pengairan yang lebih tinggi.  Salah satu cara untuk mengetahui pengaruh curah hujan (kebutuhan air)  terhadap tanaman kelapa sawit adalah dengan mengetahui jumlah defisit air.
V.              ALAT DAN BAHAN
a.    Alat
1.      Pena
2.      Buku
3.      Kalkulator
b.    Bahan
Data curah hujan (mm) dan hari hujan kec.patehan. tahun 2001-2007
VI.    CARA KERJA
Difisit air dihitung berdasarkan keseimbangan air tanah dan tanaman.Keseimbangan air tanah dan tanaman sangat tergantung pada persediaan air, curah hujan, dan evapotranspirasi. Untuk menghitung defisit air diperlukan data meteorologi sebagai berikut :
1.     Curah hujan
    Jumlah hari hujan/bulan
    Total curah hujan (mm)/bulan
2.     Evapotranspirasi
Evapotranspirasi adalah penguapan air melalui permukaan tanah dan melalui tanaman.
Evapotranspirasi didasarkan pada jumlah hari hujan (merupakan rata-rata).
    Evapotranspirasi = 150 mm jika hari hujan < 10 hari
    Evapotranspirasi = 120 mm jika hari hujan > 10 hari
3.     Persediaan air
    Persediaan air maksimum adalah 200 mm, merupakan kemampuan maksimal tanah untuk mengikat air.
    Jika keseimbangan air untuk bulan tertentu > 200 mm maka cadangan akhir (CA) untuk bulan tersebut adalah 200 mm.
    Jika keseimbangan air untuk bulan tertentu < 200 mm maka keseimbangan air tersebut menjadi cadangan akhir (CA) untuk bulan tersebut.
    Jika keseimbangan air adalah minus maka cadangan akhir (CA) adalah 0 mm. Cadangan akhir (CA) untuk bulan tersebut menjadi cadangan bulan ini (CB) untuk bulan berikutnya.

Keseimbangan Air (K)
K   = CH + CB – ET
K = Keseimbangan air (dapat positif atau negatif)
CH            = Curah hujan (mm)
CB            = Cadangan akhir bulan lalu
ET = Evapotranspirasi
Jika          :
a.       K < 0 terjadi defisit air, maka CA = 0 mm
b.      K = 0 – 200 mm, maka CA = CB
c.       K > 200 mm, maka terjadi drainase dan CA = 200 mm
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2014. Panduan Praktikum Klimatologi Pertanian. Institut Pertanian STIPER. Yogyakarta.

Hanafi. 1988. Klimatologi. Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung

http://dmiraclesofmylive.blogspot.com/2014/03/acara Menghitung divisit air di kebun kelapa sawit .html















                                                                            

3 komentar:

  1. Aslm. Mas....
    cuman m nanya saja tentang bagimana cara Mengetahui dampak penyerapan air tanah oleh kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq)
    terutama yang di desa saya, saya hanya meminta gambaran tentang sedikit materinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf nimbrung. Sepengetahuan saya kebutuhan air bahwa kelapa sawit lebih rendah dibandingkan bambu,lamtoro, akasia dan pinus.
      Pelepah dan daun kelapa sawit hampir 100% menutup tanah sehingga mengurangi penguapan s/d 40%.
      Akar serabut yang masif dan dalam membuat biopori yang alami untuk memudahkan air hujan meresap dalam tanah. Lengkapnya kunjungi blog :
      https://sudonoahmad.blogspot.co.id/2017/09/perkebunan-kelapa-sawit-mampu-hemat-air.html?m=1

      Hapus