I.
ACARA :
Menghitung Defisit Air di Kebun Kelapa
Sawit
II.
TANGGAL : 26
Maret 2014
III.
TUJUAN :
1. Mengetahui jumlah defisit air di suatu
wilayah
2. Menentukan
wilayah yang sesuai untuk pengembangan tanaman Kelapa Sawit
IV. DASAR TEORI
Air merupakan
salah satu unsur yang sangat diperlukan oleh tanaman selain berfungsi sebagai
pelarut juga suatu medium untuk absorbsi unsur hara dari dalam tanah. Disamping
itu, air juga diperlukan sebagai hara untuk pembentukan persenyawaan baru.
Kehilangan air dapat menyebabkan
terhentinya pertumbuhan dan kekurangan air yang terus menerus menyebabkan
perubahan-perubahan dalam tanaman yang bersifat irreversible (tidak dapat
balik), turunnya produksi, dan mengakibatkan kematian. Hal ini dapat terjadi
sangat cepat dalam keadaan panas dan kering.
Penurunan
produksi tidak akan terjadi langsung pada bulan berikutnya, tetapi akan nampak
26 bulan kemudian. Mengingat pentingnya air bagi tanaman kelapa sawit, maka
sejak masih di pembibitan sudah harus diperhitungkan ada tidaknya sumber air
yang memungkinkan memperoleh air dengan mudah. Setiap bibit umur 0 – 9 bulan
memerlukan 0,1 – 0,25 liter air untuk setiap penyiraman dilakukan 2 x sehari,
yaitu pagi dan sore hari. Sedangkan untuk bibit umur 9 – 12 bulan diperlukan
air 3 – 4 liter/hari. Dalam hal ini maka perlu diperhatikan keadaan curah
hujan, apabila curah hujan cukup (>8 mm/hari) maka tidak perlu dilakukan
penyiraman. Pengaruh defisit air juga
tergantung dari kemampuan tanah mengikat air (water holding capacity)
yang berbeda-beda untuk setiap jenis tanah. Faktor-faktor yang mempengaruhi
antara lain : kandungan liat (tekstur), kandungan bahan organik, topografi
adalah tanah bertekstur pasir mempunyai kemampuan menahan air rendah, karena
kandungan liat tanah rendah. Sebaliknya tanah-tanah yang mempunyai kandungan
liat yang tinggi mempunyai kemampuan menahan air cukup tinggi. Tanah-tanah
dengan kemampuan menahan air rendah memerlukan frekuensi pengairan yang lebih
tinggi. Salah satu cara untuk mengetahui
pengaruh curah hujan (kebutuhan air)
terhadap tanaman kelapa sawit adalah dengan mengetahui jumlah defisit
air.
V.
ALAT
DAN BAHAN
a. Alat
1. Pena
2. Buku
3. Kalkulator
b. Bahan
Data curah hujan (mm) dan hari hujan kec.patehan.
tahun 2001-2007
VI.
CARA
KERJA
Difisit air
dihitung berdasarkan keseimbangan air tanah dan tanaman.Keseimbangan air tanah
dan tanaman sangat tergantung pada persediaan air, curah hujan, dan evapotranspirasi.
Untuk menghitung defisit air diperlukan data meteorologi sebagai berikut :
1. Curah hujan
• Jumlah
hari hujan/bulan
• Total
curah hujan (mm)/bulan
2. Evapotranspirasi
Evapotranspirasi adalah penguapan air
melalui permukaan tanah dan melalui tanaman.
Evapotranspirasi didasarkan pada jumlah
hari hujan (merupakan rata-rata).
• Evapotranspirasi
= 150 mm jika hari hujan < 10 hari
• Evapotranspirasi
= 120 mm jika hari hujan > 10 hari
3. Persediaan air
• Persediaan
air maksimum adalah 200 mm, merupakan kemampuan maksimal tanah untuk mengikat
air.
• Jika
keseimbangan air untuk bulan tertentu > 200 mm maka cadangan akhir (CA)
untuk bulan tersebut adalah 200 mm.
• Jika
keseimbangan air untuk bulan tertentu < 200 mm maka keseimbangan air
tersebut menjadi cadangan akhir (CA) untuk bulan tersebut.
• Jika
keseimbangan air adalah minus maka cadangan akhir (CA) adalah 0 mm. Cadangan
akhir (CA) untuk bulan tersebut menjadi cadangan bulan ini (CB) untuk bulan
berikutnya.
Keseimbangan Air (K)
K = CH + CB – ET
K = Keseimbangan air (dapat positif atau negatif)
CH = Curah hujan (mm)
CB = Cadangan akhir bulan lalu
ET = Evapotranspirasi
Jika :
a. K
< 0 terjadi defisit air, maka CA = 0 mm
b. K
= 0 – 200 mm, maka CA = CB
c. K
> 200 mm, maka terjadi drainase dan CA = 200 mm
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2014. Panduan Praktikum Klimatologi
Pertanian. Institut Pertanian STIPER. Yogyakarta.
Hanafi. 1988. Klimatologi. Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung
http://dmiraclesofmylive.blogspot.com/2014/03/acara Menghitung divisit air
di kebun kelapa sawit .html
Aslm. Mas....
BalasHapuscuman m nanya saja tentang bagimana cara Mengetahui dampak penyerapan air tanah oleh kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq)
terutama yang di desa saya, saya hanya meminta gambaran tentang sedikit materinya
Maaf nimbrung. Sepengetahuan saya kebutuhan air bahwa kelapa sawit lebih rendah dibandingkan bambu,lamtoro, akasia dan pinus.
HapusPelepah dan daun kelapa sawit hampir 100% menutup tanah sehingga mengurangi penguapan s/d 40%.
Akar serabut yang masif dan dalam membuat biopori yang alami untuk memudahkan air hujan meresap dalam tanah. Lengkapnya kunjungi blog :
https://sudonoahmad.blogspot.co.id/2017/09/perkebunan-kelapa-sawit-mampu-hemat-air.html?m=1
Trims ilmunya yanh telah di bagi.
BalasHapus